REMBANG- Semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar gema ikrar yang diperingati setiap tahun. Lebih dari itu, semangat tersebut hidup dalam langkah, perjuangan, dan karya generasi muda yang terus berusaha memberikan yang terbaik bagi bangsa. Salah satunya adalah Gaisan Akhtar Nabihan, siswa kelas XI SMA Negeri 1 Rembang yang dipercaya menjadi komandan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Bagi Gaisan, kepercayaan tersebut bukan hanya tentang berdiri tegap di hadapan peserta upacara dan memberikan aba-aba. Ada tanggung jawab, kedisiplinan, serta kebanggaan yang menyertainya. Di balik tugas itu, tersimpan perjalanan panjang seorang pemuda yang terus menempa diri, mengembangkan kemampuan, dan mengukir prestasi di berbagai bidang.
Gaisan terpilih menjadi komandan upacara bersama para petugas yang sebelumnya bertugas dalam pengibaran Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026. Proses pemilihan dilakukan sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan upacara oleh para senior dan pembimbing Paskibraka.
“Untuk prosesi menjadi komandan upacara, seluruh petugas merupakan mereka yang telah bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus 2026. Kemudian, pemilihan petugas dilakukan H-1 minggu oleh kakak-kakak senior atau pembimbing Paskibraka,” ungkap Gaisan.
Bagi pelajar ini, setiap kesempatan merupakan ruang untuk belajar tentang arti pengabdian. Menjadi bagian dari Paskibraka telah mengajarkannya bahwa keberhasilan tidak lahir dalam semalam. Ada latihan yang berulang, kedisiplinan yang harus dijaga, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Dari Pasukan Delapan hingga Pemimpin Pengukuhan Paskibraka Jateng
Nama Gaisan bukan sosok asing dalam perjalanan Paskibraka tahun ini. Ia berhasil terpilih sebagai anggota Paskibraka Provinsi Jawa Tengah 2026. Dalam tugas tersebut, ia dipercaya menjadi bagian dari Pasukan Delapan sebagai pembentang bendera saat upacara penurunan.
Pengalaman membanggakan lainnya adalah ketika ia mendapat kepercayaan menjadi pemimpin upacara pengukuhan Paskibraka Provinsi Jawa Tengah oleh Gubernur Jawa Tengah.
“Alhamdulillah, saya terpilih menjadi Paskibraka Provinsi Jawa Tengah tahun 2026. Saya juga berkesempatan menjadi Pasukan Delapan saat penurunan bendera dan menjadi pemimpin upacara pengukuhan Paskibraka Provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Gaisan. Di usianya yang masih muda, ia telah belajar bahwa keberanian mengambil tanggung jawab harus berjalan beriringan dengan kerendahan hati, kerja keras, dan semangat untuk terus berkembang.
Namun, prestasinya tidak berhenti di lapangan upacara. Gaisan juga menunjukkan kemampuan di bidang akademik, bahasa, seni, dan pengembangan potensi diri.
Ia pernah meraih juara II Tahfidz MAPSI tingkat Kabupaten Rembang, juara I Cerita Bahasa Jawa tingkat kabupaten, serta juara I Storytelling dalam rangka HUT SMADA.
Pada 2025, Gaisan juga berhasil meraih juara I sekaligus juara favorit dalam ajang Duta Wisata Kabupaten Rembang. Pencapaian tersebut semakin melengkapi perjalanan prestasinya sebagai generasi muda yang berani mencoba, belajar, dan berkembang di berbagai bidang.
Membawa Nama Rembang ke Panggung Jawa Tengah
Perjalanan Gaisan kini berlanjut menuju tantangan berikutnya. Pada akhir November 2026, ia dijadwalkan mewakili Kabupaten Rembang dalam ajang Mas Mbak Jawa Tengah 2026.
Bersama perwakilan lainnya, ia tengah mempersiapkan diri untuk memberikan penampilan terbaik. Baginya, kesempatan tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga tanggung jawab untuk memperkenalkan potensi dan membawa nama baik Kabupaten Rembang di tingkat provinsi.
“Untuk Mas Mbak Jawa Tengah 2026, kami dari Kabupaten Rembang sudah mempersiapkan diri secara maksimal. Tentunya, target kami adalah menjadi yang terbaik,” ujarnya.
Perjalanan dari Paskibraka hingga Duta Wisata menunjukkan bahwa pemuda memiliki banyak jalan untuk berkontribusi. Ada yang mengabdi melalui pendidikan, ada yang berkarya melalui seni, dan ada pula yang membawa nama daerah melalui ajang prestasi.
Bagi Gaisan, semua kesempatan itu menjadi bagian dari proses untuk mengenal kemampuan diri sekaligus belajar memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Sumpah Pemuda, Semangat yang Tak Boleh Padam
Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Gaisan mengajak generasi muda untuk tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita. Ia percaya, setiap pemuda memiliki kelebihan dan potensi yang dapat dikembangkan selama disertai kemauan, kerja keras, dan konsistensi.
“Pesan saya setelah memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, tetap semangat dan tetap konsisten bagi para pemuda-pemudi, khususnya di Kabupaten Rembang dan seluruh Indonesia,” katanya.
Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang sebuah peristiwa bersejarah. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa persatuan dan perjuangan generasi muda memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa.
Semangat para pemuda yang dahulu berikrar untuk bersatu perlu terus diwariskan kepada generasi sekarang. Bentuk perjuangannya mungkin berbeda, tetapi tujuannya tetap sama: memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
“Perjuangan para pahlawan dan organisasi kepemudaan pada masa terdahulu tentu tidak mudah. Karena itu, kita harus terus memperingati Hari Sumpah Pemuda setiap tahun untuk mengenang jasa para pahlawan,” tegasnya.
Gaisan juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada anak-anak muda Rembang agar berani menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi. Ia meyakini, setiap generasi memiliki keistimewaan yang dapat menjadi kekuatan bagi daerah apabila diberi kesempatan untuk berkembang.
“Mohon dukungan dan doanya untuk pemuda-pemudi yang ada di Kabupaten Rembang. Saya percaya seluruh pemuda di Rembang memiliki potensi yang besar dan keunggulan masing-masing,” pungkasnya.
Di momentum Sumpah Pemuda, kisah Gaisan menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa tidak hanya dibangun melalui cita-cita besar, tetapi juga melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan tekun dan penuh tanggung jawab.
Dari barisan upacara hingga panggung prestasi, dari lapangan Paskibraka hingga ajang Duta Wisata, Gaisan terus melangkah membawa semangat yang sama: belajar, berjuang, dan memberikan yang terbaik.
Sebab, menjadi pemuda bukan hanya tentang usia. Menjadi pemuda adalah tentang keberanian untuk bermimpi, keteguhan untuk berusaha, dan kesediaan untuk ikut mengambil bagian dalam membangun masa depan bangsa.











Comments are closed.