NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto melantik Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pelantikan digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Gus Yahya sebelumnya dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Dia juga pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026.
Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Desember 2021. Dalam pemilihan tersebut, dia memperoleh 337 suara dari total 548 suara yang masuk.
Lahir dari Keluarga Pesantren
Yahya Cholil Staquf lahir di Rembang, Jawa Tengah, pada 16 Februari 1966. Dia merupakan putra KH Muhammad Cholil Bisri dan tumbuh dalam keluarga yang dekat dengan tradisi pesantren dan NU.
Gus Yahya merupakan kakak mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Sementara pamannya adalah KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.
Sejak kecil, Gus Yahya tumbuh di lingkungan pesantren. Dia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, yang didirikan oleh kakeknya, KH Bisri Mustofa.
Dia kemudian melanjutkan pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, di bawah asuhan KH Ali Ma’shum.
Gus Yahya juga menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dia pernah bermukim di Mekkah untuk memperdalam ilmu agama.
Pernah Jadi Juru Bicara Gus Dur
Karier Gus Yahya di pemerintahan mulai dikenal luas saat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi Presiden RI.
Pada 1999, Gus Yahya dipercaya menjadi salah satu juru bicara kepresidenan. Dia ikut menyampaikan berbagai kebijakan dan isu pemerintahan kepada publik.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Gus Yahya sebelum aktif kembali dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan organisasi.
Perjalanan di PBNU
Gus Yahya kemudian aktif dalam struktur organisasi NU. Dia pernah dipercaya menjadi Katib Aam PBNU periode 2015-2021.
Pada Muktamar ke-34 NU di Lampung, 24 Desember 2021, Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026.
Selama memimpin PBNU, Gus Yahya aktif membawa isu perdamaian, dialog antaragama, dan persoalan kemanusiaan ke forum internasional.
Aktif di Forum Internasional
Selain di NU, Gus Yahya juga dikenal aktif dalam berbagai forum internasional. Forum tersebut banyak membahas isu agama, perdamaian, dan hubungan antarmasyarakat.
Dia menjadi salah satu tokoh yang mendorong gagasan Humanitarian Islam. Gus Yahya juga terlibat dalam berbagai inisiatif dialog lintas agama.
Dia turut menjadi salah satu tokoh di balik Religion Forum 20 (R20) yang digelar dalam rangkaian Presidensi G20 Indonesia pada 2022.
Pernah Jadi Anggota Wantimpres
Pelantikan pada Jumat (2/10/2026) bukan kali pertama Gus Yahya masuk dalam lingkungan Wantimpres.
Sebelumnya, dia pernah dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada 31 Mei 2018. Saat itu, pemerintahan berada di bawah Presiden Joko Widodo.
Kini, Gus Yahya kembali menjadi anggota Wantimpres pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan pengalaman di organisasi keagamaan, pemerintahan, dan forum internasional, Gus Yahya kembali menempati posisi yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.







Comments are closed.