Menu ✖

Dark Mode

Berita

Pasar Ramadan Sekararum Ramai Pengunjung, Ungkit Perekonomian UMKM

badge-check

Pasar Ramadan di Kecamatan Sumber, Rembang. Foto: rembangsepekan.com Perbesar

Pasar Ramadan di Kecamatan Sumber, Rembang. Foto: rembangsepekan.com

 

SUMBER – Pasar Ramadan di Desa Sekararum, Sumber, Kabupaten Rembang, menjadi salah satu pusat kuliner musiman yang ramai dikunjungi warga selama bulan puasa. Sejumlah pelaku UMKM memanfaatkan momen ini untuk berjualan aneka makanan dan minuman berbuka puasa.

Salah satu pedagang, Andre Sekararum, mengaku baru pertama kali berjualan setelah adanya pasar Ramadan tersebut. Ia menjajakan berbagai menu, mulai dari sayur bening, ceker ayam, hingga tongseng sapi.

“Baru jualan ini sejak ada pasar Ramadan. Saya jualan makanan dan minuman, seperti sayur bening Rp 2.000, ceker Rp 5.000, tongseng sapi Rp 10 ribu, minuman es mulai Rp 4 ribuan,” kata Andre kepada wartawan.

Ia mengatakan, dagangannya hampir selalu habis setiap hari. Dari hasil berjualan selama Ramadan, ia mengaku mendapat keuntungan yang cukup besar.

“Alhamdulillah setiap hari habis. Untungnya lumayan. Dalam tiga minggu bisa dapat lebih dari UMR Rembang,” ujarnya.

Menurut Andre, keberadaan pasar Ramadan sangat membantu masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki tempat berjualan. Apalagi panitia menyediakan fasilitas tenda dan penerangan dengan biaya sewa yang relatif murah.

“Sebelumnya kan belum pernah jualan, terus sekarang ada tempat yang mewadahi jadi enak. Disediakan lampu dan tenda, sewanya juga murah, Rp 50 ribu untuk 21 hari,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan pasar Ramadan tersebut bisa terus digelar pada tahun-tahun berikutnya karena dinilai mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“Semoga ke depan tetap ada lagi karena bisa menambah lapangan kerja,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu panitia pasar Ramadan mengatakan kegiatan tersebut diikuti sejumlah pedagang UMKM dan juga dilengkapi hiburan bagi pengunjung. Pasar Ramadan ini merupakan hasil kolaborasi beberapa komunitas di wilayah Sumber.

“Pasar Ramadan ini diisi pedagang UMKM dan ada hiburan juga. Ini hasil kolaborasi beberapa komunitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sebenarnya sudah ada sejak 2019. Namun sempat berhenti sementara akibat pandemi COVID-19.

“Sudah ada sejak 2019, sempat vakum saat pandemi COVID-19,” katanya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Keberadaan pasar Ramadan memudahkan warga sekitar untuk mencari menu berbuka tanpa harus pergi jauh.

“Antusias masyarakat bagus, karena kalau cari menu buka puasa tidak perlu jauh-jauh,” pungkasnya.

(daf/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

BPBD Rembang Siapkan Pengadaan APD, Perkuat Sinergi Penanganan Kebakaran

6 October 2026 - 20:34 WIB

IMG_2278

Ketua DPRD Rembang Tegaskan KUA-PPAS 2027 Sah, Evaluasi Tetap Terbuka

5 October 2026 - 17:34 WIB

2bdef5bc-8c1a-4dbd-bf87-2057b2b8012c

RS Telogorejo Edukasi Warga Rembang soal Infertilitas hingga Epilepsi

4 October 2026 - 15:17 WIB

IMG_2228

Eva Monalisa Dukung Festival Garam Dasun, Dorong Investasi dan Kebangkitan Ekonomi Pesisir

4 October 2026 - 14:09 WIB

IMG-20261004-WA0023

Profil Gus Yahya, dari Rembang hingga Kembali Jadi Wantimpres

2 October 2026 - 19:32 WIB

IMG_2169
Trending di Berita