REMBANG – Pemkab Rembang memperkuat pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) melalui peningkatan validitas data, transformasi digital, dan penguatan keamanan data masyarakat.
Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Peningkatan Pelayanan Pendaftaran Penduduk Tahun 2026 di Gedung Hijau Kompleks Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Senin (10/8/2026).
Rakernis yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Rembang itu mengusung tema ‘Membangun Zona Integritas dalam Pelayanan Adminduk, Mewujudkan Rembang Sejahtera’. Kegiatan diikuti kepala seksi pelayanan kecamatan se-Kabupaten Rembang beserta para admin pelayanan.
Hanies mengatakan data kependudukan yang valid menjadi salah satu fondasi penting dalam pelayanan publik. Data tersebut dibutuhkan untuk berbagai program pemerintah, mulai dari kesehatan, pendidikan, bantuan sosial hingga perencanaan pembangunan.
“Pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai bidang membutuhkan data kependudukan yang valid. Karena itu, kualitas pelayanan administrasi kependudukan harus terus ditingkatkan agar mampu mendukung berbagai program pembangunan secara tepat sasaran,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan pelayanan adminduk tidak hanya soal kecepatan proses administrasi. Ketepatan data, kemudahan akses, keamanan informasi, serta kemampuan aparatur juga menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Hanies juga mendorong percepatan transformasi digital melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD). Menurutnya, digitalisasi dapat memudahkan masyarakat mengakses dan memanfaatkan identitas kependudukan untuk berbagai kebutuhan pelayanan.
Namun, pemanfaatan teknologi harus dibarengi pemahaman mengenai keamanan dan perlindungan data pribadi.
“Sosialisasi aktivasi IKD perlu terus dilakukan. Namun yang tidak kalah penting adalah memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa data kependudukan mereka aman dan terlindungi. Di era digital seperti sekarang, keamanan data menjadi hal yang sangat penting,” kata Hanies.
Dia meminta petugas tidak hanya mendorong masyarakat melakukan aktivasi IKD. Petugas juga harus mampu menjelaskan manfaat, mekanisme penggunaan, serta pentingnya menjaga keamanan akun dan data kependudukan.
Hanies turut menekankan pentingnya koordinasi antara petugas pelayanan di kecamatan dengan Dindukcapil. Kecamatan dinilai menjadi salah satu garda terdepan karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Jika ada kendala, harus bisa segera diselesaikan. Pelayanan kepada masyarakat harus semakin cepat, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tambahnya.
Selain digitalisasi, Hanies mendorong Dindukcapil memperkuat pembangunan Zona Integritas. Langkah itu diharapkan mampu mewujudkan pelayanan adminduk yang bersih, transparan, profesional, dan bebas dari praktik pungutan liar.
Validitas Data
Sementara itu, Plt Kepala Dindukcapil Kabupaten Rembang Mutaqin mengatakan Rakernis digelar untuk meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus menyamakan persepsi petugas pelayanan menghadapi perubahan sistem dan inovasi adminduk.
“Tujuan kegiatan ini adalah menyamakan persepsi dan meningkatkan kesiapan petugas pelayanan dalam menghadapi berbagai perubahan sistem maupun inovasi pelayanan yang terus berkembang. Yang paling penting dalam pelayanan administrasi kependudukan adalah ketepatan dan validitas data yang didaftarkan,” jelasnya.
Mutaqin mengatakan perkembangan teknologi menuntut aparatur terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi. Namun, digitalisasi tetap harus berjalan seiring dengan penerapan etika birokrasi, keamanan data, serta peningkatan kualitas pelayanan.
Dia berharap kepala seksi pelayanan dan admin kecamatan dapat menjadi perpanjangan tangan Dindukcapil dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Mereka juga diharapkan dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan administrasi kependudukan.
Dengan penguatan kapasitas aparatur, validitas data, pemanfaatan IKD, serta pembangunan Zona Integritas, Pemkab Rembang berharap pelayanan adminduk semakin mudah, cepat, aman, transparan, dan profesional hingga tingkat desa.
(daf/daf)






Comments are closed.