REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapan petugas dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kebakaran.
Salah satu upaya yang disiapkan yakni pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). Pengadaan APD baru direncanakan masuk dalam APBD Perubahan.
Kepala Pelaksana BPBD Rembang Fahrudin mengatakan, pemenuhan APD menjadi perhatian setelah dirinya melihat langsung kondisi peralatan petugas saat menangani kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Menurutnya, sejumlah peralatan pelindung yang digunakan petugas saat ini masih terbatas, termasuk sepatu boots.
“Pada saat itu memang pas pemadaman di TPA, saya ikut dan memang peralatannya, peralatan pelindung diri pada teman-teman itu masih sangat terbatas,” kata Fahrudin kepada wartawan, Senin (5/10/2026).
Fahrudin memastikan kebutuhan APD petugas akan dipenuhi secara bertahap melalui pengadaan yang direncanakan dalam APBD Perubahan.
“Insyaallah dengan di anggaran perubahan ini nanti akan pengadaan terkait dengan APD. APD yang ada di teman-teman, termasuk sepatu dan sebagainya itu akan kami cukupi,” ujarnya.
Selain memperkuat perlengkapan petugas, BPBD juga terus memastikan kesiapan armada pendukung pemadaman. Saat ini, BPBD Rembang mengandalkan sekitar empat unit armada water supply.
Fahrudin mengakui masih terdapat keterbatasan maupun kendala teknis pada armada. Namun, pihaknya memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.
“Yang namanya keterbatasan pasti ada. Tapi semua akan saya upayakan bisa memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat dalam rangka tugas-tugas kebencanaan ini,” jelasnya.
Untuk memperkuat penanganan kebakaran, BPBD Rembang juga membangun sinergi dengan sejumlah perusahaan dan instansi di wilayah setempat.
Kerja sama tersebut antara lain dilakukan dengan PLTU, PT Semen Indonesia, serta unsur TNI dari batalyon setempat. Dukungan armada dari berbagai pihak telah dipersiapkan sebagai bagian dari langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran dengan skala besar.
“Kita sudah bekerja sama dengan PLTU dan termasuk PT Semen Indonesia dan juga termasuk Yon (batalyon setempat). Semua sudah kami persiapkan,” pungkas Fahrudin.
(daf/daf)







Comments are closed.