Menu ✖

Dark Mode

Berita

Dari Dimarahi Sopir Bus karena Bau Terasi, UMKM Rembang Ini Kini Tembus Pasar Dunia

badge-check

Dian Nurshintorini, pelaku usaha terasi di Rembang, sedang mengemas produknya, Kamis (4/6/2026). Foto: rembangsepekan.com Perbesar

Dian Nurshintorini, pelaku usaha terasi di Rembang, sedang mengemas produknya, Kamis (4/6/2026). Foto: rembangsepekan.com

ReEMBANG – Pengalaman tak menyenangkan justru menjadi titik balik bagi Dian Nurshintorini, pelaku usaha terasi asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pernah dimarahi sopir hingga kernet bus karena bau terasi yang menyengat, kini produknya justru berhasil menembus pasar internasional.

Dian memulai usahanya sejak 2016, saat masih berstatus mahasiswa. Kala itu, ia menjual terasi dan ikan asin khas Rembang dengan cara sederhana, yakni menitipkan dagangan ke teman dan tetangga kos.

Namun, proses distribusi menjadi tantangan tersendiri. Ia kerap membawa dagangannya menggunakan bus antarkota, yang justru memicu keluhan karena aroma khas terasi.

“Sering dimarahi sopir dan kernet, bahkan penumpang juga komplain karena baunya. Pernah juga tidak diperbolehkan naik bus,” ujar Dian saat berbincang dengan detikJateng.

Berbagai cara sempat dicoba untuk meredam bau, mulai dari membungkus berlapis plastik hingga melilitkan lakban. Namun upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal.

Pengalaman itu kemudian mendorongnya berinovasi. Pada 2020, di tengah pandemi COVID-19, Dian mulai mengembangkan teknik pengemasan baru. Terasi diolah dengan cara dioven terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam toples dan disegel rapat.

“Dari situ saya berpikir harus ada solusi. Akhirnya terasi saya oven dulu, lalu dikemas dalam toples dan disegel. Jadi lebih awet dan baunya tidak terlalu menyengat,” jelasnya.

Metode ini tidak hanya mengurangi aroma, tetapi juga memperpanjang masa simpan produk hingga sekitar satu bulan, sehingga lebih aman untuk pengiriman jarak jauh.

Tak berhenti di situ, Dian juga mulai memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas pasar. Strategi ini membuahkan hasil. Awalnya produk hanya dibawa oleh sang kakak sebagai oleh-oleh ke luar daerah, hingga akhirnya merambah pasar luar negeri.

“Awalnya dibawa ke Hong Kong, lalu yang mencoba jadi pesan langsung,” katanya.

Kini, terasi berbahan udang rebon laut produksinya telah dikirim ke berbagai negara seperti Qatar, Arab Saudi, India, Kenya, Hong Kong, dan Malaysia. Bahkan, sempat ada permintaan dalam jumlah besar dari India, meski akhirnya batal karena kendala sistem pembayaran.

“Untuk luar negeri masih jalan sampai sekarang,” ujarnya.

Sementara di dalam negeri, produknya telah menjangkau berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua.

Dian menjelaskan, terasi buatannya menggunakan udang rebon laut yang menurut pelanggan memiliki rasa lebih gurih dibandingkan rebon tambak. Proses pembuatannya meliputi pembersihan bahan, pencampuran garam, penumbukan, fermentasi, penjemuran, hingga pengovenan sebelum dikemas.

Sebelum kondisi ekonomi global melemah, penjualannya bisa mencapai lebih dari 500 toples per bulan, dengan omzet sekitar Rp 10 juta.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, penjualan mengalami penurunan signifikan. Dian mengaku dampaknya mulai terasa sejak konflik di Timur Tengah.

“Omzet turun sampai 50 persen sejak situasi itu,” ungkapnya.

Kenaikan biaya produksi, terutama harga kemasan dan operasional, juga turut menekan usaha. Harga jual pun mengalami penyesuaian. Saat ini, terasi kemasan 85 gram dibanderol Rp 20 ribu per toples, naik dari sebelumnya Rp 18 ribu.

Meski demikian, Dian tetap optimistis. Ia menyebut penjualan biasanya meningkat tajam saat momen hari raya dan pergantian tahun.

“Kalau momen itu bisa naik sampai tiga kali lipat,” pungkasnya.

(daf/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

BPBD Rembang Siapkan Pengadaan APD, Perkuat Sinergi Penanganan Kebakaran

6 October 2026 - 20:34 WIB

IMG_2278

Ketua DPRD Rembang Tegaskan KUA-PPAS 2027 Sah, Evaluasi Tetap Terbuka

5 October 2026 - 17:34 WIB

2bdef5bc-8c1a-4dbd-bf87-2057b2b8012c

RS Telogorejo Edukasi Warga Rembang soal Infertilitas hingga Epilepsi

4 October 2026 - 15:17 WIB

IMG_2228

Eva Monalisa Dukung Festival Garam Dasun, Dorong Investasi dan Kebangkitan Ekonomi Pesisir

4 October 2026 - 14:09 WIB

IMG-20261004-WA0023

Profil Gus Yahya, dari Rembang hingga Kembali Jadi Wantimpres

2 October 2026 - 19:32 WIB

IMG_2169
Trending di Berita