REMBANG – Sebanyak sekitar 150 stan akan memeriahkan Expo Rembang Mandiri yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Rembang. Pameran tersebut tidak hanya diikuti pelaku UMKM lokal, tetapi juga peserta dari berbagai daerah di luar Rembang.
Sesuai jadwal kegiatan ini akan digelar selama sepuluh hari, sejak tanggal 31 Juli hingga 9 Agustus 2026, di Kompleks Balai Kartini Rembang.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang Mahfudz mengatakan, sekitar 50 stan akan diisi oleh UMKM lokal. Sementara hampir 100 stan lainnya ditempati UMKM dari luar daerah.
“UMKM dari Rembang sekitar 50 stan. Kemudian UMKM dari luar daerah hampir 100 stan,” kata Mahfudz saat ditemui, baru-baru ini.
Selain pelaku usaha, sekitar 15 hingga 16 organisasi perangkat daerah (OPD) juga akan membuka stan pelayanan dan sosialisasi kepada masyarakat. Berbagai layanan publik akan disediakan selama pelaksanaan expo.
Menurut Mahfudz, Dinas Kesehatan bersama puskesmas akan menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan. Sejumlah OPD lain juga membuka pelayanan administrasi sekaligus memberikan sosialisasi program masing-masing.
“Mulai dari layanan kesehatan, sosialisasi pengendalian inflasi, hingga informasi program dari dinas pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, serta OPD lainnya. Mereka juga akan menyampaikan progres pembangunan dan infrastruktur kepada masyarakat,” jelasnya.
Tak hanya menghadirkan pameran, Expo Rembang Mandiri juga akan dimeriahkan berbagai hiburan. Salah satu yang menjadi daya tarik utama adalah pertunjukan dinosaurus.
Selain itu, pengunjung akan disuguhi live music, penampilan siswa SD, SMP, hingga SMA, serta berbagai lomba untuk anak-anak tingkat PAUD dan TK.
Mahfudz berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu menarik minat masyarakat untuk datang sekaligus mendorong promosi produk UMKM dan layanan pemerintah kepada masyarakat.
Terkait rencana pesta kembang api, Mahfudz mengungkapkan panitia sempat membahas agenda tersebut. Namun hingga kini kemungkinan besar urung digelar karena memerlukan perizinan khusus.
“Awalnya memang direncanakan, tetapi karena ada perizinan khusus yang harus dipenuhi, kemungkinan tidak jadi dilaksanakan,” pungkasnya.
(daf/daf)







Comments are closed.