Menu

Dark Mode

Berita

SMK Al-Mubarok Rembang Buka Jalan ke Jepang, Siswa Didorong Siap Kerja di Negeri Sakura

badge-check

IMG-20260831-WA0030 Perbesar

IMG-20260831-WA0030

Rembang, Peluang bekerja ke Jepang mulai dibuka lebar bagi siswa SMK Al-Mubarok Rembang. Sekolah tersebut menggandeng LPK Hikari Putra Mandiri Desa Babadan, Kecamatan Kaliori, untuk membekali siswa dengan kemampuan Bahasa Jepang sekaligus mengenalkan peluang kerja di Negeri Sakura.

Kesempatan tersebut ditandai dengan kunjungan Direktur penyalur tenaga kerja asal Jepang, Yusuke Furumi, ke SMK Al-Mubarok Rembang, Senin pagi (31/8/2026).

Yusuke hadir bersama pihak LPK Hikari Putra Mandiri dan bertemu langsung dengan para siswa. Ia diketahui telah menyalurkan sekitar 300 tenaga kerja asal Indonesia ke berbagai perusahaan di Jepang.

Pertemuan berlangsung interaktif. Para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggali informasi mengenai proses belajar Bahasa Jepang hingga biaya yang harus dipersiapkan untuk bekerja di Jepang.

Salah satu siswa, Fahmi, menanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menguasai Bahasa Jepang sebagai bekal bekerja di Jepang.

“Kira-kira kalau mau ke Jepang, untuk belajar bahasa, butuh waktu berapa lama pak,” tanya Fahmi.

Yusuke Furumi yang didampingi Muhaimin dari LPK Hikari Putra Mandiri sekaligus sebagai penerjemah menjelaskan, cepat atau lambatnya proses belajar sangat bergantung pada kemampuan dan keseriusan masing-masing peserta.

Menurutnya, rata-rata peserta membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Namun, peserta dengan motivasi tinggi berpeluang menyelesaikan proses belajar lebih cepat.

“Ada yang bisa diajak cepat, ada yang tidak. Rata-rata anak berproses belajar itu 6 bulan. Kalau anak punya motivasi yang kuat, bisa saja 4 bulan,” tuturnya.

Pertanyaan lain datang dari Ali Isnan. Ia ingin mengetahui biaya yang harus disiapkan bagi siswa yang ingin bekerja di Jepang.

“Berapa biaya yang diperlukan, kalau mau kerja ke Jepang,” tanya Ali.

Muhaimin dari LPK Hikari Putra Mandiri menjelaskan terdapat tiga skema program pelatihan bahasa dan pemberangkatan tenaga kerja ke Jepang.

Menariknya, bagi peserta yang memiliki kemauan kuat tetapi terkendala biaya, pihak LPK menyediakan skema dana talangan.

“Ada range A, B dan C. Pertama, khusus anak yang tidak punya biaya, bisa kita talangi. Modalnya hanya tes kesehatan (medical). Tentu tetap melewati seleksi tes Matematika, fisik, psikotes dan tes wawancara,” terangnya.

Untuk biaya pelatihan Bahasa Jepang, secara umum peserta dikenai biaya sekitar Rp7,5 juta, yang sudah termasuk fasilitas asrama.

Sementara biaya keberangkatan ke Jepang disebut sekitar Rp35 juta.

“Bisa bayar sendiri atau bisa menggunakan skema dana talangan. Kalau dana talangan, nanti saat sudah bekerja di Jepang, baru mengganti. Soal gaji tinggi di Jepang, anggap saja sebagai bonus, ketika bekerja di luar negeri,” kata Muhaimin.

Setelah kunjungan ke SMK Al-Mubaarok, Yusuke Furumi melanjutkan agenda ke LPK Hikari Putra Mandiri, SMK Bakti Utama Pati, Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah lokasi di Semarang pada Selasa (1/9/2026)

Sementara itu, Ketua Yayasan Zarkasyi Al-Mubarok, Nuril Haq Saifullah, mengatakan pihak sekolah akan memberikan pembelajaran Bahasa Jepang secara khusus setiap Sabtu.

Program tersebut akan dilakukan secara bergilir untuk seluruh kelas dan bekerja sama dengan LPK Hikari Putra Mandiri.

“Sabtu pekan pertama untuk kelas X, pekan kedua kelas XI, pekan ketiga untuk kelas XII, kemudian pekan keempat, tergantung pihak LPK nanti bagaimana,” ucapnya.

Menurut Nuril, antusiasme siswa maupun orang tua/wali murid cukup tinggi setelah adanya program tersebut.

Sekolah berharap pembelajaran ini dapat menjadi bekal tambahan bagi siswa setelah lulus, khususnya bagi mereka yang memiliki keinginan bekerja di Jepang.

“Kalau nanti di sekolah, ternyata bahasa Jepang masih kurang dan sudah lulus, bisa dilanjutkan ke LPK. Tentu bagi yang benar-benar minat, serta didukung orang tua,” imbuh Nuril.

Ia menegaskan, SMK Al-Mubarok akan terus memperluas kemitraan dengan berbagai pihak. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi siswa sehingga setelah lulus mereka memiliki lebih banyak pilihan dan mampu bersaing di dunia kerja.

Dengan bekal Bahasa Jepang dan kemitraan langsung dengan lembaga pelatihan, SMK Al-Mubarok Rembang kini mulai membuka jalan baru bagi siswa yang ingin mengembangkan karier hingga ke Jepang.

Comments are closed.

Baca Juga

Kontrak 61 Petugas Kebersihan Berakhir, ASN DLH Rembang Turun Sapu Jalan

1 September 2026 - 14:53 WIB

IMG_0523

Maulid Nabi di Dindikpora Rembang, Pesan Persiapan Jadi Kunci Capai Tujuan

28 August 2026 - 14:02 WIB

927d01b3-3a40-437e-b321-e7a35daf152d

Bupati Harno Jemput Bola ke Jakarta, Kawal Usulan IJD untuk Jalan Rembang

24 August 2026 - 20:34 WIB

IMG_20260824_155043

32 Sekolah di Rembang Raih Adiwiyata, Budaya Peduli Lingkungan Makin Dikuatkan

24 August 2026 - 14:44 WIB

P_20260817_102358_1-1170x500

Ketua GPK Rembang Ingatkan Demo Harus Santun dan Tak Anarkis

24 August 2026 - 12:24 WIB

IMG-20260824-WA0014
Trending di Berita