Menu ✖

Dark Mode

Berita

Firman Soebagyo Turun ke Pasar Rembang, Soroti Kepastian Anggaran dan Relokasi Pedagang

badge-check

firman-3185652068 Perbesar

firman-3185652068

Rembang, Rencana relokasi pedagang Pasar Rembang mendapat sorotan dari anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Rembang tidak terburu-buru melakukan pembongkaran maupun pemindahan pedagang sebelum ada kepastian anggaran pembangunan pasar dari pemerintah pusat.

Pernyataan tersebut disampaikan Firman saat berada di Kabupaten Rembang, Jumat (25/9/2026). Selain menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani, Firman juga menyempatkan diri meninjau kondisi Pasar Rembang.

Ia mengaku mendapat laporan dari para pedagang terkait ketidakpastian pembangunan Pasar Rembang, khususnya mengenai rencana relokasi.

“Pembangunan Pasar Rembang ini harus betul-betul ada kepastian, pertama anggarannya. Kalau anggarannya memang belum pasti, hendaknya jangan dibongkar dulu, jangan dipindahkan dulu,” kata Firman.

Menurutnya, relokasi sementara harus benar-benar disiapkan secara matang. Jangan sampai lokasi yang digunakan tidak mampu menampung seluruh pedagang yang saat ini memiliki hak berjualan di pasar tersebut.

“Jangan sampai perdagangan-perdagangan ini telantar. Posisi pemindahan ini juga harus memadai. Jangan sampai mereka yang sekarang sudah existing ketika dipindah sementara ada masalah,” ujarnya.

Firman menilai sedikitnya ada dua persoalan yang harus diantisipasi pemerintah. Pertama, kapasitas tempat relokasi harus mampu mengakomodasi seluruh pedagang yang memiliki hak. Kedua, jangan sampai muncul ketidakpastian baru apabila anggaran pembangunan pasar belum benar-benar tersedia.

“Jangan sampai nanti tidak bisa mengakomodir seluruh pedagang yang ada di pasar lama yang punya hak. Dan kedua, juga akan ada ketidakpastian kalau anggarannya belum ada, sehingga nasib masyarakat pedagang pasar ini akan tergantung-gantung,” tegasnya.

Ia mengingatkan kondisi perekonomian saat ini juga menjadi pertimbangan. Pedagang pasar yang mayoritas merupakan pelaku usaha kecil dan menengah dinilai membutuhkan kepastian agar aktivitas perdagangan mereka tidak terganggu.

Firman kemudian meminta Bupati Rembang beserta jajaran pemerintah daerah lebih mengutamakan perlindungan terhadap pedagang dalam proses relokasi.

“Saya minta kepada Pak Bupati beserta aparatnya, terutama ketua asosiasi yang memikirkan anggota, bukan memikirkan untuk kepentingan pemerintah semata,” katanya.

Menurut Firman, pemerintah seharusnya hadir memberikan perlindungan sekaligus fasilitas kepada masyarakat.

“Jujur, pemerintah itu hadir untuk memberikan perlindungan, memberikan fasilitas kepada masyarakat, kepada warganya. Jadi jangan sampai masyarakat, warga jadi korban,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Rembang terus mempersiapkan lokasi relokasi pedagang di kawasan Pasar Kambing. Persiapan tersebut menjadi bagian dari tahapan menuju pembangunan Pasar Rembang yang direncanakan mendapat dukungan anggaran APBN pada 2027.

Menanggapi rencana tersebut, Firman kembali menekankan agar pemerintah tidak melakukan pembongkaran pasar sebelum kepastian anggaran pembangunan benar-benar jelas.

“Sekali lagi penekanan saya adalah kalau memang belum ada kepastian terhadap anggaran, perencanaan pembangunan itu hendaknya ditangguhkan, ditunda dulu. Jangan sampai ada pembongkaran,” tandas Firman.

Ia khawatir jika relokasi dilakukan tanpa kesiapan yang memadai, persoalan kapasitas tempat sementara maupun hak pedagang justru berkembang menjadi persoalan baru.

“Jangan sampai pada waktu dipindahkan ke tempat sementara, laporan yang ada itu tidak memadai, tidak mencukupi dari posisi perdagangan yang sekarang ada. Ini akan menjadi masalah besar, akan menjadi sengketa besar,” Katanya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Rembang, M. Mahfudz, sebelumnya mengatakan penyiapan los relokasi dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Selain los, sejumlah fasilitas pendukung seperti drainase, MCK, jaringan listrik dan penerangan juga masih perlu dilengkapi.

Pihaknya bahkan memperkirakan masih membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp500 juta untuk memenuhi standar minimal kelayakan lokasi relokasi.

“Di dalam penyiapan tempat relokasi, kami melanjutkan penyiapan los relokasi yang sudah dialokasikan sebelumnya. Tempat ini kami siapkan dengan mengakomodasi apa yang menjadi permintaan para pedagang agar lokasi relokasi nantinya bisa dimaksimalkan menjadi tempat yang layak,” kata Mahfudz baru baru ini.

Saat ini, kata dia, baru sekitar tiga los yang tersedia. Sementara masih dibutuhkan tambahan sekitar lima los agar seluruh pedagang yang akan direlokasi dapat tertampung.

Mahfudz juga menegaskan pemindahan pedagang tidak akan dilakukan sebelum terdapat kepastian alokasi anggaran pembangunan Pasar Rembang dari pemerintah pusat.

“Kegiatan pemindahan akan kita laksanakan manakala sudah mendapatkan sinyal positif atau kepastian anggaran APBN. Itu sudah sejak awal disampaikan dan juga telah menjadi kesepakatan antara Pak Bupati, pedagang, dan dinas,” tegasnya.

Comments are closed.

Baca Juga

Ngaji Bersama Gus Baha, Kapolri Bicara Amanah dan Peran Ulama untuk Bangsa

26 September 2026 - 17:59 WIB

IMG-20260926-WA0083

Warung Sunan Jogo Lawang, Angkringan Jawa dengan Semangat Kemandirian Santri

26 September 2026 - 08:41 WIB

07a9c55f-45d9-4ec4-a0b7-2c38dd60b03a

Fahrudin Digeser Jadi Kepala BPBD, Mardi Ditunjuk Plt Sekda Rembang

23 September 2026 - 12:43 WIB

IMG_1645

Mediasi Dugaan Bullying SDN 2 Kedungasem, Semua Pihak Sepakat Saling Memaafkan

22 September 2026 - 12:36 WIB

77907054-740a-40d4-ade4-e52299350170

Pemkab Rembang Tekankan Penerima Beasiswa Tak Boleh Putus Kuliah, Ini Syarat yang Harus Dijaga

21 September 2026 - 18:36 WIB

IMG-20260921-WA0095
Trending di Berita