REMBANG – Warung ini menawarkan menu sederhana sekaligus membawa semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi para santri.
Sunan Jogo Lawang berada di bawah naungan Songgleng Group Sugih Bareng. Nama Jogo Lawang dimaknai sebagai penjaga pintu, yang diharapkan menjadi simbol menjaga silaturahmi dan persaudaraan.
Salah satu pengelola Sunan Jogo Lawang, Muhammad Yusuf, mengatakan warung tersebut dibangun sebagai ruang untuk ngopi, ngobrol, sekaligus nguri-nguri budaya pedesaan.
“Sunan Jogo Lawang bukan sekadar nama. Ini tanda cinta akan hadirnya kebersamaan. Jogo Lawang kami maknai sebagai penjaga pintu, menjaga silaturahmi dan peseduluran,” kata Yusuf.
Warung tersebut menyediakan sejumlah menu khas angkringan Jawa. Di antaranya Kopi Susu Njeng Sunan, Kopi Lelet Khotok, Jahe Susu Jos, ketan pulen, nasi bungkus dengan berbagai lauk, serta aneka gorengan.
Selain menu makanan dan minuman, Sunan Jogo Lawang juga menyediakan ruang khusus bagi pengunjung yang merokok. Ada pula produk khusus seperti Cerutu Njeng Sunan yang dibanderol Rp 100 ribu per batang serta Rokok Yahu edisi terbatas.
Yusuf menjelaskan, berdirinya warung tersebut juga dilandasi tekad untuk mendorong generasi santri agar memiliki kemandirian ekonomi. Konsep itu terinspirasi dari filosofi Gusjigang yang dikenal dari Sunan Kudus.
“Gusjigang itu Gus, santri harus bagus akhlaknya. Ji, santri harus pintar ngajinya. Gang, santri juga harus jago dagangnya,” jelasnya.

Menurut Yusuf, konsep tersebut juga dipadukan dengan semangat taawun atau saling membantu dan membangun hubungan kekeluargaan yang harmonis.
Saat ini, Sunan Jogo Lawang telah memiliki dua warung. Cabang pertama berada di samping utara Sekolah Rakyat, Kaliombo Wetan, Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang.
Cabang kedua berada di Ruko sebelah barat Kampus UYR, Jalan Pamotan (Clangapan), Tireman Timur, Kecamatan Rembang. Selain itu, terdapat satu angkringan yang berada di sebelah selatan Masjid Agung Rembang, tepatnya di samping pintu masuk Gapura Makam Kanjeng Pangeran Sedo Laut.
Yusuf mengatakan warung tersebut juga ingin memberikan pesan filosofis kepada para pengunjung. Pesan itu dituangkan dalam logo Sunan Jogo Lawang dengan tulisan “Urip Mung Mampir Ngombe”.
“Artinya, hidup di dunia ini hanya sebentar. Karena itu, mari menikmati kebersamaan, ngopi, ngobrol dan menjaga silaturahmi,” pungkasnya.
(daf/daf)







Comments are closed.