Menu

Dark Mode

Berita

Putri Gus Mus Tulis Refleksi di Hari Ultah Sang Ayah yang ke-82

badge-check

Gus Mus bersama salah satu putri dan cucunya, Ning Kautsar Mustofa Uzmut dan Muhammad
Rooqy Haidarah Habibi saat berziarah di Makam Gus Dur. Foto: Facebook Ning Kautsar Mustofa Uzmut Perbesar

Gus Mus bersama salah satu putri dan cucunya, Ning Kautsar Mustofa Uzmut dan Muhammad Rooqy Haidarah Habibi saat berziarah di Makam Gus Dur. Foto: Facebook Ning Kautsar Mustofa Uzmut

REMBANG Ulang tahun ke-82 KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menjadi momentum refleksi bagi putri keduanya, Kautsar Mustofa Uzmut. Lewat tulisannya, Ning Kautsar atau akrab disapa Mbak Uz tak hanya menyampaikan doa untuk sang ayah, tetapi juga menyoroti perjalanan panjang Gus Mus dalam mengingatkan para pemimpin dan masyarakat.

Kautsar menulis, selama bertahun-tahun Gus Mus tak pernah berhenti menyampaikan pesan tentang amanah, keadilan, toleransi dan kesederhanaan. Pesan itu disampaikan melalui tulisan, pengajian, tausiyah, hingga pertemuan dengan para petinggi dan politisi.

“Bertahun-tahun, dia tak pernah bosan menulis, mengingatkan para pemimpin dan pejabat untuk bersikap amanah, adil dan mencontohkan hidup sederhana,” tulis Ning Kautsar dalam unggahan di akun Facebook miliknya itu lada hari ini, Senin (10/8/2026).

Menurut Ning Kautsar, para petinggi dan politisi silih berganti datang menemui Gus Mus. Namun, setiap perjumpaan itu disebut selalu disertai pesan untuk menjaga toleransi, menjauhi perpecahan dan permusuhan demi perbaikan serta persatuan negeri.

Nasihat tersebut tidak hanya ditujukan kepada orang-orang yang berada di lingkaran kekuasaan. Kepada masyarakat yang mengikuti pengajian dan tausiyahnya, Gus Mus juga berulang kali mengingatkan agar tidak berlebihan dalam menjalani kehidupan dan tidak tunduk pada tipu daya dunia.

“Bertahun-tahun, dia silih berganti didatangi para petinggi dan politisi, tak pernah lupa menitip pesan toleransi, jauhi perpecahan dan permusuhan untuk perbaikan dan persatuan negeri,” tutur Ning Kautsar.

“Bertahun-tahun, dia mengajak orang-orang yang mendengar pengajian dan tausiyahnya di mana saja agar kita semua tidak berlebih-lebihan dalam segala hal dan jangan pernah tunduk pada tipu daya dunia,” imbuhnya.

Di sisi lain, Gus Mus disebut konsisten melontarkan kritik terhadap berbagai perilaku yang dinilai merusak kehidupan publik. Ning Kautsar menyebut kritik itu diarahkan kepada koruptor, penguasa yang semena-mena, pengusaha yang serakah, hakim yang zalim, jaksa yang loba, wakil rakyat yang berkhianat hingga pihak-pihak yang gemar mengadu domba.

Namun, setelah bertahun-tahun pesan tersebut disampaikan, Ning Kautsar mempertanyakan apakah suara sang ayah benar-benar didengar.

“Bertahun-tahun, dia mengkritik para koruptor yang rakus, penguasa yang semena-mena, pengusaha yang serakah, hakim yang dholim, jaksa yang loba, wakil rakyat yang khianat, dan para pengadu domba yang tega menjadi penjajah di negeri sendiri,” ujar Ning Kautsar.

“Sudah bertahun-tahun ternyata tulisan, seruan, dan pesannya tak sanggup menghentikan nafsu duniawi para pemimpin, pejabat, petinggi dan para politisi yang di awal kepemimpinan mereka sowan seolah tawadu’ minta dinasehati. Tapi, bertahun-tahun pula suaranya tak kunjung didengar,” sambungnya.

Menurutnya, tulisan dan seruan Gus Mus belum mampu menghentikan nafsu duniawi sebagian pemimpin, pejabat, petinggi dan politisi. Mereka yang pada awal kepemimpinannya datang sowan dan tampak rendah hati meminta nasihat disebut kembali larut dalam pertikaian dan kepentingan dunia.

Ia menggambarkan jarak antara sikap hormat yang ditunjukkan di hadapan Gus Mus dengan perilaku setelah mereka meninggalkan ruang pertemuan.

Bagi Ning Kautsar, persoalannya bukan sekadar apakah nasihat Gus Mus didengar atau tidak. Lebih jauh, persoalannya adalah bagaimana nasihat tentang amanah, persatuan dan kesederhanaan itu diterjemahkan menjadi tindakan.

Meski demikian, Gus Mus disebut tidak berhenti menyuarakan kebaikan. Bahkan ketika tulisan tak terbaca dan suara tak didengar, ia tetap mencurahkan waktu dan pikirannya untuk mendoakan negeri.

“Orang-orang yang mengaku menghormatinya, hanya sami’na wa ato’na di depan muka saja, mereka lebih suka bertikai berebut kebenaran yang entah untuk apa dan tetap sibuk dengan urusan dunia yang seolah tak ada habisnya,” tutur Ning Kautsar.

“Ketika tulisan tak terbaca dan suara tak didengar, dia tetap mencurahkan waktu dan pikirannya untuk terus mendoakan kebaikan di negeri ini. Cintanya tak pernah mati,” pungkasnya.

Kalimat tersebut sekaligus menggambarkan konsistensi Gus Mus. Kritik tidak selalu menghasilkan perubahan seketika. Namun, kecintaan terhadap negeri membuatnya tetap menyampaikan pesan yang sama.

Di penghujung tulisan, Ning Kautsar meminta doa untuk Gus Mus yang sedang bertambah usia. Ia berharap sang ayah terus diberi kesehatan, kekuatan dan kebahagiaan.

“Mohon doa untuk dia-ku yang ambal warsa hari ini. Semoga terus dikaruniai kesehatan prima, tetap kuat, hebat dan selamanya bahagia. Aamiiin,” pungkasnya.

Gus Mus hari ini genap berusia 82 tahun. Ia dikenal sebagai ulama sekaligus sastrawan, budayawan dan seniman.

Gus Mus menikah dengan almarhumah Siti Fatmah. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tujuh anak, yakni enam perempuan: Ienas Tsuroiya, Kautsar Mustofa Uzmut, Raudloh Quds, Raabiatul Bisyriyah Sybt, Nada Fatma dan Almas Mustofa, serta seorang anak laki-laki, Muhammad Bisri Mustofa.

(daf/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

Pemkab Rembang Dorong Digitalisasi Adminduk dan Perkuat Keamanan Data

10 August 2026 - 11:53 WIB

WhatsApp Image 2026-08-10 at 15.14.56

Pemkab Rembang Gandeng Kemenag Perkuat Pembinaan Agama Siswa SR

10 August 2026 - 11:12 WIB

WhatsApp Image 2026-08-11 at 09.15.03

61 Desa di Rembang Raih Predikat Tangguh Bencana, Tasikagung Cetak Nilai Sempurna 100

7 August 2026 - 12:11 WIB

IMG-20260806-WA0048

Dindikpora Rembang Perkuat Transparansi Potongan ASN, Pastikan Iuran Sukarela Tanpa Paksaan

6 August 2026 - 15:40 WIB

WhatsApp Image 2026-08-06 at 15.34.03

Ratusan Guru-Murid SMPN 5 Rembang Alami Diare Masal, Penyebab Masih Diselidiki

5 August 2026 - 20:28 WIB

IMG_9520
Trending di Berita