SARANG – Satu unit kapal kayu jenis freezer yang masih dalam proses pembangunan di galangan kapal Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, ludes terbakar pada Minggu (2/8/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 7 miliar.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Rembang, M Lutfi Hakim, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 01.45 WIB. Enam menit kemudian, tim pemadam langsung bergerak ke lokasi dengan mengerahkan lima armada.
“Petugas menerima laporan pukul 01.45 WIB dan langsung berangkat menuju lokasi pada pukul 01.51 WIB. Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 08.18 WIB,” kata Lutfi saat dikonfirmasi, Minggu (2/8/2026).
Lutfi menjelaskan proses pemadaman berlangsung cukup lama karena kapal yang terbakar merupakan kapal kayu jenis freezer. Material penyusun kapal membuat api tetap menyimpan panas dan merambat di bagian dalam meski dari luar terlihat telah padam.
“Lambung dan dinding kapal yang terbuat dari kayu keras lokal yang tebal mampu menyerap panas. Api juga sering merambat melalui rongga-rongga tersembunyi atau hidden spaces di balik dinding maupun dek tanpa terlihat dari luar,” ujarnya.
Selain itu, ruang freezer dilengkapi lapisan insulasi tebal yang berfungsi menjaga suhu tetap dingin. Material tersebut justru memperberat proses pemadaman ketika terbakar.
“Ruang freezer dilengkapi lapisan insulasi tebal seperti polyurethane foam, polistirena, atau gabus. Saat terbakar, material ini menghasilkan asap pekat, memerangkap panas, dan membuat bara api tetap bertahan di bagian dalam meski permukaan luar tampak sudah padam,” jelasnya.
Menurut Lutfi, ketinggian kapal serta keterbatasan pasokan air di lokasi juga menjadi kendala selama proses pemadaman.
“Ketinggian kapal dan ketersediaan sumber air untuk suplai juga menjadi kendala. Karena itu proses pemadaman memerlukan waktu cukup lama,” imbuhnya.
Dalam penanganan kebakaran itu, BPBD mengerahkan satu unit mobil pemadam Pos Induk, satu unit mobil pemadam Pos Sedan, dua unit mobil water supply Pos Induk, serta satu unit water supply BPBD. Selama operasi, petugas menghabiskan 13 ritase air ditambah satu tangki berkapasitas 11 ribu liter.
Petugas melakukan assessment, mengisolasi area agar api tidak merambat ke bangunan lain, dilanjutkan pemadaman, pendinginan, hingga overhaul untuk memastikan tidak ada lagi titik api sebelum operasi dinyatakan selesai.







Comments are closed.