Menu ✖

Dark Mode

Berita

Kasus HIV/AIDS di Rembang Naik, Epidemiolog Ungkap Kecamatan Tertinggi-Usia Rentan

badge-check

Epidemiolog Dinas Kesehatan Rembang, Martha Gusmanthika saat diwawancarai rembangsepekan.com, Selasa (2/12/2025). (Foto: rembangsepekan.com) Perbesar

Epidemiolog Dinas Kesehatan Rembang, Martha Gusmanthika saat diwawancarai rembangsepekan.com, Selasa (2/12/2025). (Foto: rembangsepekan.com)

REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang terus memperkuat pengendalian HIV/AIDS menyusul meningkatnya temuan kasus baru sepanjang tahun ini.

Epidemiolog Dinas Kesehatan Rembang, Martha Gusmanthika, membeberkan kondisi terkini, termasuk kecamatan dengan kasus tertinggi hingga kelompok usia yang paling rentan.

Menurut Martha, pemeriksaan viral load dan kepatuhan minum ARV (Antiretroviral) menjadi kunci utama untuk menekan penularan.

Pemeriksaan viral load dilakukan pada enam bulan setelah pasien memulai ARV, kemudian pada bulan ke-12 dan selanjutnya setahun sekali bagi Odif (Orang dengan HIV) yang sudah lama menjalani terapi.

“Kalau pasien patuh minum ARV dengan adhesi di atas 90 persen, virusnya biasanya tersupresi. Jika viral load di bawah 40 kopi per mililiter, mesin tidak akan mendeteksi. Itu artinya tidak menularkan,” jelas Martha Selasa (2/12/2025).

131 Kasus Baru per Oktober 2025, 60 Persen Laki-Laki

Martha menegaskan bahwa temuan kasus baru saat ini cukup tinggi.

“Per bulan ini ada 131 kasus baru, sekitar 60 persen di antaranya adalah laki-laki,” ujarnya.

Dari total kasus yang tercatat sejak awal pendataan, sudah terdapat sekitar 400-an kematian terkait HIV/AIDS di Kabupaten Rembang.

Kecamatan dengan Kasus Tertinggi dan Terendah

Hasil pemetaan menunjukkan lima kecamatan dengan angka kasus HIV/AIDS tertinggi: Rembang; Kaliori; Sarang; Pamotan dan Kragan.

Sementara kecamatan dengan kasus paling sedikit yaitu, Kecamatan Sumber dan Sluke.

“Pemetaan ini penting agar intervensi bisa lebih terarah,” kata Martha.

Kelompok Usia 35-39 Tahun Paling Dominan

Dari sisi usia, Martha menyebut kelompok 35-39 tahun menjadi yang paling dominan terinfeksi HIV, disusul kelompok di atas 50 tahun yang juga cukup tinggi.

Yang mengkhawatirkan, kasus pada usia sangat muda juga mulai muncul.

“Untuk usia di bawah 20 tahun, ada 21 orang yang terdeteksi positif dari pemeriksaan calon pengantin (catin),” ungkapnya.

Pergaulan Bebas dan Perluasan Skrining Menyumbang Kenaikan

Martha menyebut kenaikan kasus juga dipengaruhi oleh perluasan skrining ke semua populasi, tidak hanya populasi kunci.

Ibu hamil, pasien TBC, calon pengantin, sopir, nelayan, hingga pekerja kafe menjadi sasaran pemeriksaan.

“Kami juga rutin skrining tiga bulanan di kafe dan tempat keramaian. Untuk nelayan, kalau sulit ditemui, pemeriksaan dilakukan lewat istrinya,” tambah Martha.

Ia menilai pergaulan bebas di kalangan remaja turut meningkatkan temuan kasus pada kelompok usia muda.

Pemkab Ajak Kerja Sama Semua Pihak

Martha menegaskan bahwa upaya penanganan HIV tidak bisa dibebankan pada sektor kesehatan saja.

“Kesehatan hanya memeriksa dan mengobati. Untuk intervensi ke remaja, edukasi, dan penguatan keluarga, kita butuh dukungan lintas sektor. Harapannya kita bisa menekan kasus dan membantu Odif tetap tersupresi,” tegasnya.

(daf/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

PKB Rembang Perkuat Barisan, Pengurus DPC Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan

10 October 2026 - 13:27 WIB

IMG-20261010-WA0012

Bidik 12 Kursi, PKB Rembang Siapkan Strategi Besar Hadapi Pemilu Mendatang

10 October 2026 - 13:22 WIB

IMG-20261010-WA0017

Bupati Rembang Tinjau Pantai Binangun, Penataan Ditargetkan Tahun Depan

8 October 2026 - 13:44 WIB

2907a292-bec2-40f1-8cfd-48e1e4149884

Pemkab Rembang Perkuat Tata Kelola Desa melalui Program Jaga Desa

8 October 2026 - 10:51 WIB

ea6d55dd-ce15-46e3-9a78-e8701d94a039

BPBD Rembang Siapkan Pengadaan APD, Perkuat Sinergi Penanganan Kebakaran

6 October 2026 - 20:34 WIB

IMG_2278
Trending di Berita