Menu

Dark Mode

Berita

21 Usulan Embung Masuk ke Dintanpan Rembang, Verifikasi Teknis Dimulai Pekan Ini

badge-check

Embung di Desa Tlogomojo, Rembang. (Foto: rembangsepekan.com) Perbesar

Embung di Desa Tlogomojo, Rembang. (Foto: rembangsepekan.com)

REMBANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang menerima 21 usulan pembangunan embung partisipatif dari kelompok tani di sejumlah kecamatan. Usulan tersebut akan segera diverifikasi secara teknis mulai pekan depan.

Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan ukuran embung yang diajukan bervariasi. Karena itu, pihaknya akan mengumpulkan seluruh kelompok tani untuk menyamakan persepsi terkait ketentuan teknis.

“Sudah ada 21 usulan dengan luasan beragam. Ada yang besar, ada yang kecil. Minggu depan akan kami kumpulkan untuk menyamakan persepsi,” ujar Agus.

Menurut Agus, pemerintah menyiapkan embung dengan ukuran standar sekitar 15 x 20 meter. Jika ada usulan yang lebih kecil, kelompok tani bisa membaginya menjadi dua titik. Sementara untuk ukuran lebih besar, kelompok diminta ikut berpartisipasi menambah biaya, terutama untuk sewa alat berat.

“Kalau lebih kecil bisa jadi dua titik, kalau lebih besar kelompok bisa menambah biaya sewa ekskavator secara swadaya,” jelasnya.

Usulan embung tersebut berasal dari berbagai wilayah, di antaranya Kecamatan Sumber, Kaliori, dan Rembang. Banyaknya pengajuan disebut menunjukkan tingginya kesadaran petani dalam mengantisipasi kekurangan air saat musim kemarau.

Setelah tahap penyamaan persepsi rampung, Dintanpan akan segera masuk ke tahap pelaksanaan dengan mengontrak penyedia jasa ekskavator. Pengerjaan ditargetkan mulai pertengahan hingga akhir Juli 2026.

“Setelah sepakat, langsung kontrak penyedia dan mulai pekerjaan di lapangan. Target kami pertengahan atau paling lambat akhir Juli sudah berjalan,” kata Agus.

Program embung partisipatif tahun ini didukung anggaran Rp250 juta. Dengan pendekatan partisipatif, kapasitas tampung air yang dihasilkan dinilai jauh lebih besar dibanding metode konvensional.

“Dengan Rp250 juta bisa menghasilkan sekitar 10 ribu meter kubik tampungan. Kalau embung biasa, anggaran sekitar Rp200 juta hanya menghasilkan sekitar 1.500 meter kubik,” terangnya.

Agus menambahkan, pengajuan usulan masih dibuka. Kelompok tani yang belum sempat mendaftar masih bisa masuk dalam daftar tunggu apabila ada pengusul sebelumnya yang mengundurkan diri.

Melalui program ini, Pemkab Rembang berharap ketersediaan air irigasi tetap terjaga selama musim kemarau sehingga produktivitas pertanian tidak terganggu.

(daf/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

9 Bayi Lahir di Rembang Saat Indonesia Rayakan HUT ke-81 RI

18 August 2026 - 16:43 WIB

IMG-20260818-WA0056

Duel Paman-Keponakan di Rembang Berujung Maut, Begini Ceritanya

17 August 2026 - 12:11 WIB

649d118e-0d36-47e2-8df5-52d11013e1bb

Miris! Remaja di Rembang Diduga Gugurkan Kandungan hingga Bayi Meninggal

17 August 2026 - 12:01 WIB

IMG_9998

Haru Mecca Pertama Kali Menyelam 10 Meter Kibarkan Merah Putih

17 August 2026 - 11:52 WIB

WhatsApp Image 2026-08-17 at 11.39.57

10 Meter di Bawah Laut, Merah Putih Berkibar di Pulau Gede Rembang

15 August 2026 - 11:29 WIB

WhatsApp Image 2026-08-17 at 11.22.52
Trending di Berita