Menu

Dark Mode

Berita

Polemik SPMB di Rembang, Siswa Menangis Tak Diterima Sekolah Negeri, DPRD Panggil Disdik

badge-check


					Polemik SPMB di Rembang, Siswa Menangis Tak Diterima Sekolah Negeri, DPRD Panggil Disdik Perbesar

 

Rembang – Polemik dalam proses Sistem Penrimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Rembang kembali mencuat. Sejumlah siswa dan orang tua menangis karena tidak diterima di sekolah negeri, seperti yang terjadi di SMP Negeri 5 Rembang.

Video tangisan para wali murid dan siswa pun viral di media sosial. Mereka kecewa karena merasa sudah berjuang mendaftar namun tetap tidak lolos seleksi, terutama karena aturan jarak.

Sebagian besar dari mereka sebelumnya telah mendaftar ke SMP Negeri 1 Rembang, namun karena kuota penuh dan terkendala zonasi, mereka mencoba mendaftar ke SMP Negeri 5 Rembang yang berada di luar wilayah zonasi mereka.

Kepala SMP Negeri 5 Rembang, Menik Mustikatun, membenarkan bahwa pihaknya menerima banyak pendaftar di hari terakhir. Namun karena jumlah pendaftar membludak, pihak sekolah tetap harus berpedoman pada regulasi jarak.

“Sampai hari terakhir kami kekurangan 18 siswa. Tapi di hari itu juga banyak yang mendaftar. Sesuai aturan, kami menerima dari jarak terdekat dan usia yang lebih tua,” ujarnya, Rabu (25/6).

Kisruh SPMB ini langsung direspons oleh DPRD Kabupaten Rembang. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) dipanggil untuk audiensi bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati Rembang, Harno.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Harno mengakui bahwa terdapat ketimpangan distribusi siswa di beberapa sekolah. Ada sekolah yang kelebihan siswa, sementara lainnya justru kekurangan.

“Pemerintah segera mengusulkan solusi ke pusat. Kita harap ada kebijakan perpanjangan masa pendaftaran atau penambahan ruang belajar agar bisa menampung lebih banyak siswa,” jelasnya.

Senada dengan bupati, Ketua Komisi IV DPRD Rembang, Supriadi, menyatakan pihaknya akan segera mengusulkan penambahan ruang belajar (rombel) agar para siswa yang belum tertampung bisa tetap bersekolah.

“Kita ingin semua anak bisa bersekolah sesuai keinginannya. Jangan sampai sistem membuat anak-anak kita kehilangan semangat belajar,” tegas Supriadi.

Saat ini, orang tua dan siswa yang belum diterima di sekolah negeri masih menanti kepastian dari pemerintah. Harapannya, solusi segera diberikan agar tidak ada lagi air mata dalam perjuangan mendapatkan hak atas pendidikan.

 

(kyv/kyv)

Baca Juga

Kisah Inspiratif Mamluatur Rahmah, Anak Buruh Terasi Rembang yang Menjadi Doktor

10 June 2026 - 22:16 WIB

Keterangan Foto: Doktor Mamluatur Rahmah (dua dari kanan) setelah selesai ujian promosi doktor melakukan foto bersama dengan keluarga.

Jalan Sedangagung-Grawan Langganan Longsor, Pemkab Rembang Siapkan Penanganan Permanen

10 June 2026 - 11:40 WIB

IMG_6956

BLDF Dorong Perubahan Perilaku Pengelolaan Sampah Melalui Gerakan Keluarga ASIK

9 June 2026 - 12:18 WIB

IMG_6882

Dari Dimarahi Sopir Bus karena Bau Terasi, UMKM Rembang Ini Kini Tembus Pasar Dunia

4 June 2026 - 09:49 WIB

WhatsApp Image 2026-06-04 at 09.42.23

Rembang Bersiap Punya Kawasan Industri Raksasa, 50 Perusahaan Akan Masuk

2 June 2026 - 18:10 WIB

29a3d62f-7a37-41b0-901f-d38a96b7346f
Trending di Berita