REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Setelah tingkat kemantapan jalan kabupaten meningkat menjadi 71,32 persen, tahun ini Pemkab kembali mengusulkan sembilan ruas jalan strategis melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dengan nilai usulan lebih dari Rp 100 miliar.
Usulan tersebut merupakan kelanjutan kerja sama antara Pemkab Rembang dan Kementerian Pekerjaan Umum. Pada periode 2025-2026, program IJD telah membiayai tiga proyek, yakni pelebaran Jalan Sulang-Krikilan, rekonstruksi Jalan Tireman-Japereje, serta preservasi Jalan Landoh-Seren.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Rembang, Maryosa, mengatakan sembilan ruas yang diusulkan tersebar di sejumlah kecamatan. Ruas tersebut meliputi Kalipang-Lodan Wetan, Lodan Wetan-Bonjor, Bonjor-Sampung, Sampung-Tawangrejo, Kaliombo-Sudo, Dresi-Sekararum, Kedungrejo-Pasar Banggi, Pamotan-Trembes-Suntri, hingga akses menuju kawasan Sekolah Rakyat.
“Depan Sekolah Rakyat itu nanti ke barat. Nanti kita usulkan juga lewat IJD untuk memfasilitasi Sekolah Rakyat, walaupun itu jalan desa sebenarnya,” terang Maryosa.
Menurutnya, salah satu prioritas berada di ruas Kedungrejo-Pasar Banggi. Jalan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas kawasan industri yang terus berkembang.
“Kedungrejo-Pasar Banggi akses vital. Pengguna jalannya semakin tinggi karena ada pabrik-pabrik dan aktivitas ekonomi yang berkembang,” ujarnya.
Maryosa berharap seluruh usulan tersebut mendapat persetujuan pemerintah pusat sehingga dapat direalisasikan pada 2026.
“Semoga seluruh usulan ini bisa disetujui sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” imbuhnya.
Selain mengandalkan bantuan pemerintah pusat, Pemkab Rembang juga tetap mengalokasikan anggaran pemeliharaan jalan melalui APBD. Tahun ini tersedia anggaran Rp 12 miliar yang terdiri dari Rp 10 miliar pada anggaran induk dan Rp 2 miliar hasil penggeseran.
Dari anggaran tersebut, pemeliharaan rutin telah menjangkau jalan sepanjang 31,303 kilometer. Sementara itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026 juga dialokasikan untuk penanganan ruas Banyuurip-Pamotan dan Landoh-Kerep-Kepohagung sepanjang 1,3 kilometer dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar.
“Sudah clear dan bisa segera berjalan,” kata Maryosa.
Ia menilai pemeliharaan rutin menjadi faktor penting untuk menjaga kondisi jalan agar tingkat kemantapannya terus meningkat. Saat ini, tingkat kemantapan jalan kabupaten telah mencapai 71,32 persen, lebih tinggi dibanding sebelumnya yang masih berada di kisaran 70 persen.
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Rembang, terdapat 191 ruas jalan kabupaten dengan total panjang 594,199 kilometer. Selain itu, terdapat 149 ruas jalan poros desa sepanjang 250,897 kilometer. Dengan panjang jaringan jalan tersebut, kebutuhan anggaran pembangunan dan pemeliharaan masih menjadi tantangan yang terus diupayakan pemerintah daerah.
Di sektor lain, pembangunan infrastruktur sumber daya air juga terus berjalan. Longstorage Kalipang dan Embung Kaliombo masih dalam proses pelaksanaan. Untuk proyek tersebut telah dialokasikan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 31,5 miliar dan pekerjaan fisik senilai Rp 24 miliar dengan progres mencapai 25,11 persen.
Sementara itu, pembangunan sejumlah fasilitas publik juga terus dikerjakan. Pemeliharaan Alun-alun Rembang telah mencapai progres 90 persen, pembangunan Gedung Dindikpora 70 persen, Gedung Bulutangkis Magersari 30,96 persen, hibah Gedung PGRI Rembang 17,96 persen, serta hibah pembangunan gedung Kantor Kejaksaan.
Adapun sejumlah proyek lainnya masih dalam tahap pengadaan, di antaranya pembangunan tugu batas Kota Rembang, Gedung DPUTaru, Gedung Pokja PKK, rehabilitasi Gedung Korwil Disdikcam Kecamatan Sumber, hibah rehabilitasi Koramil Sumber, hingga hibah pembangunan rumah dinas Dandim Rembang.
(daf/daf)






Comments are closed.