REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga pekan ke-28 tahun 2026 atau awal Juli, realisasi program ini baru menyentuh 42,49 persen dari total sasaran.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang mencatat, dari target 675.501 jiwa, sebanyak 287.017 warga telah mengikuti pemeriksaan. Artinya, masih ada 388.484 warga yang belum memanfaatkan layanan tersebut.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Rembang, Soesi Haryanti, mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan capaian melalui perluasan layanan dan penguatan sosialisasi.
“Kami terus mengejar capaian agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat Program Cek Kesehatan Gratis. Ini penting sebagai langkah skrining untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini,” ujar Soesi.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi kunci untuk mendeteksi faktor risiko maupun penyakit lebih awal. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan peluang kesembuhan semakin besar.
Dinkes juga menggencarkan edukasi melalui berbagai kegiatan, salah satunya sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di sejumlah kecamatan. Melalui kegiatan itu, masyarakat diajak mengubah pola pikir agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan diri.
“Masih ada anggapan kalau tidak sakit tidak perlu periksa. Ini yang terus kami luruskan. Program CKG justru untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin,” jelasnya.
Berdasarkan capaian wilayah, Kecamatan Pamotan tercatat sebagai daerah dengan jumlah peserta tertinggi. Dari target 52.290 orang, sebanyak 29.764 warga telah mengikuti pemeriksaan.
Pemkab Rembang pun mengimbau masyarakat yang belum mengikuti CKG agar segera datang ke puskesmas atau lokasi layanan terdekat. Program ini diberikan secara gratis sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini.
Pemkab optimistis capaian program akan terus meningkat seiring masifnya sosialisasi dan pelayanan di lapangan.
(daf/daf)







Comments are closed.