LASEM – Warga pemeluk ajaran Khonghucu di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, melaksanakan serangkaian ibadah bersama pagi ini sebagai bagian dari persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Kegiatan religius ini dikenal sebagai ritual Nie Mee, yang dianggap penting oleh komunitas setempat untuk mengawali pergantian tahun menurut penanggalan tradisional Tionghoa.
Pelaksanaan ritual berlangsung di tiga tempat ibadah utama, yakni Kelenteng Poo An Bio, Gie Yong Bio, dan Cu An Kiong, yang tersebar di titik-titik permukiman warga keturunan Tionghoa di Lasem.
Sejak pagi, para umat terlihat melakukan persiapan serta membereskan persembahan yang akan dipanjatkan kepada leluhur dan Tuhan.
Menurut Rudy Hartono Ketua TITD Trimurti Lasem, pelaksanaan Nie Mee dimaknai sebagai kesempatan untuk berdoa bersama dan memohon berkah, sekaligus menjaga harmoni dan ikatan sosial dalam komunitas.
Prosesi bukan hanya melibatkan pembacaan doa, tetapi juga saling berbagi cerita antar warga dan mempererat rasa kebersamaan menjelang perayaan besar nanti.
“Sembahyang jelang Imlek diadakan secara bergantian di tiga Kelenteng di Lasem. Yang oertama di Karangturi Poo An Bio, Gie Yong Bio di Babagan, dan Cu An Kiong di Soditan,” ungkap Rudy.
Suasana di kawasan pecinan Lasem pagi ini dipenuhi oleh dentingan gong, aroma dupa, serta percakapan hangat antar warga yang saling menyapa.
Aktivitas ini juga menarik perhatian sejumlah pengunjung yang datang untuk mengikuti tradisi dan menyaksikan prosesi spiritual khas tersebut.
Panitia kegiatan menyampaikan bahwa rangkaian perayaan akan berlanjut hingga malam, dengan sejumlah kegiatan budaya lokal juga turut meramaikan suasana sehingga warga dan pengunjung bisa merasakan nuansa khas Imlek di kawasan sejarah yang dikenal sebagai Tiongkok Kecil di pesisir utara Jawa ini.
(daf/daf)





