REMBANG – Rapat Koordinasi Lintas Sektor (Rakor Linsek) di Kabupaten Rembang menyoroti potensi penyakit masyarakat (pekat) menjelang bulan Ramadan. Mulai dari peredaran petasan, minuman keras, narkoba hingga kenakalan remaja menjadi pembahasan utama dalam forum tersebut.
Rakor yang digelar di Pendapa Museum RA Kartini itu dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, camat hingga perwakilan desa. Fokus utama adalah langkah antisipasi agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama Ramadan.
Kapolres Rembang, AKBP M. Faisal Pratama, menegaskan pemberantasan petasan dan miras menjadi prioritas. Ia menyebut sejumlah daerah di Jawa Tengah telah menemukan kasus petasan yang memicu korban jiwa dan kerugian materiil.
“Perlu deteksi dini dan kerja sama semua pihak. Informasi sekecil apa pun harus segera disampaikan agar bisa ditangani bersama,” ujarnya.
Selain petasan, aparat juga mengantisipasi praktik perjudian, prostitusi, penyalahgunaan narkoba serta fenomena perang sarung dan balap liar yang kerap muncul saat Ramadan.
Dandim 0720/Rembang, Letkol Arm Winner Fradana Dieng, meminta seluruh elemen menjaga kekompakan. Menurutnya, kondusivitas wilayah tidak bisa diwujudkan oleh satu institusi saja.
“Kondusivitas ini hasil kerja bersama. Jangan sampai kita lengah,” katanya.
Sementara itu, Sekda Rembang, Fahrudin, menegaskan stabilitas kamtibmas merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Ia mengingatkan, tanpa situasi yang aman, program pembangunan tidak akan berjalan optimal.
Ia mengajak camat, kepala desa dan lurah lebih proaktif melakukan pencegahan melalui pendekatan preventif, edukatif dan humanis, disertai penegakan hukum yang tegas.
Melalui Rakor Linsek ini, Pemkab bersama TNI-Polri berharap potensi penyakit masyarakat di bulan Ramadan dapat ditekan sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
(daf/daf)





