Menu

Dark Mode

Berita

Pemkab Rembang Sinkronkan Data BPJS dan Bansos Lewat DTSEN

badge-check


					Pemkab Rembang menggelar rakor singkronisasi data kepesertaan BPJS Kesehatan dan berbagai program bantuan sosial lewat DTSEN, di ruang Bupati Rembang, Selasa (5/8). (Foto: rembangsepekan.com) Perbesar

Pemkab Rembang menggelar rakor singkronisasi data kepesertaan BPJS Kesehatan dan berbagai program bantuan sosial lewat DTSEN, di ruang Bupati Rembang, Selasa (5/8). (Foto: rembangsepekan.com)

Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar rapat koordinasi untuk menyinkronkan data kepesertaan BPJS Kesehatan dan berbagai program bantuan sosial lewat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Rapat digelar di ruang Bupati Rembang, Selasa (5/8).

Langkah ini dilakukan guna memverifikasi dan memvalidasi ulang data penerima manfaat agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Rembang, Harno, dan dihadiri perwakilan BPJS Kesehatan, BPS, anggota DPRD Rembang, serta sejumlah OPD terkait. Fokus pembahasan adalah penyelarasan basis data program seperti PKH, BPNT, dan JKN.

“Intinya untuk memvalidkan data penerima bantuan. Masih sering saya dengar, ada warga yang seharusnya menerima tapi tidak tercatat, atau sebaliknya,” ujar Harno usai rapat.

Ia menyebut forum ini sebagai langkah awal agar seluruh data bantuan bisa terintegrasi lintas lembaga, dari desa hingga pusat.

“Semua data harus terkoneksi—baik di Dinas Sosial, BPS, maupun DTSEN. Ke depan, bantuan harus benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Harno juga menekankan pentingnya peran desa dalam pemutakhiran data. Menurutnya, perangkat desa dan RT adalah pihak yang paling mengetahui kondisi warganya.

“Yang paling tahu kondisi masyarakat itu RT dan Desa. Mereka nanti yang mendata ulang dan menyinkronkan dengan pusat,” jelasnya.

Dalam rapat juga terungkap adanya kendala teknis. Salah satunya, data penerima baru yang sudah diperbarui di daerah tak kunjung muncul di pusat.

“Tadi sempat disampaikan, kadang data sudah dihapus dan diganti, tapi nama baru belum muncul di pusat. Kalau masih belum terselesaikan, saya akan langsung komunikasi ke kementerian,” pungkasnya.

 

(kyv/daf)

Baca Juga

Innova Misterius di Candimulyo Diselidiki, Terungkap Identitasnya

17 April 2026 - 10:01 WIB

WhatsApp Image 2026-04-17 at 09.51.26

Kios BRI-Link di Kaliori Dibobol Maling, Uang Rp35 Juta Raib

16 April 2026 - 11:22 WIB

WhatsApp Image 2026-04-16 at 11.20.01

Pemkab Rembang Target Tuntaskan Desa Tanggap Bencana, 199 Desa Masuk Risiko Tinggi

15 April 2026 - 12:48 WIB

cbf65a40-600d-4198-b535-92bea04c6c8d

BPJS Kesehatan Cek Layanan Cath Lab RSUD Rembang, Segera Diusulkan Masuk JKN

14 April 2026 - 18:49 WIB

Innova Misterius Gegerkan Warga Candimulyo, Diduga Terkait Komplotan Pencuri Lintas Provinsi

14 April 2026 - 14:00 WIB

Trending di Berita