REMBANG – Bupati Rembang Harno bersama jajaran TNI AD menanam sekitar 1.000 pohon mangrove di kawasan Hutan Mangrove Jembatan Merah, Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai upaya menjaga lingkungan pesisir.
Penanaman dilakukan bersama Dandim 0720/Rembang Letkol Arm Winner Fradana Dieng. Aksi ini menjadi bagian dari langkah pencegahan abrasi sekaligus pelestarian ekosistem pantai.
Bupati Harno mengapresiasi inisiatif TNI AD tersebut. Ia menyebut penanaman mangrove memiliki manfaat besar, mulai dari menjaga garis pantai hingga melindungi habitat biota laut.
“Kita Forkopimda hadir semua. Alhamdulillah di Rembang menanam 1.000 pohon, ke depan akan kita tambah lagi,” kata Harno.
Menurutnya, pelestarian mangrove perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pasalnya, kawasan pesisir Rembang memiliki peran penting bagi lingkungan sekaligus menunjang sektor perikanan masyarakat.
Sementara itu, Dandim 0720/Rembang Letkol Arm Winner Fradana Dieng menjelaskan, kegiatan penanaman mangrove dilakukan serentak oleh TNI AD, khususnya di wilayah Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya di sepanjang Pantai Utara Jawa.
“Di Rembang kita tanam 1.000 bibit mangrove yang dipusatkan di Pantai Pasar Banggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini melibatkan jajaran Kodim, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (YTP) 888 Satria Sejati, serta organisasi perangkat daerah terkait.
Kepala Desa Pasar Banggi, Rasno, menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam pengembangan kawasan mangrove di desanya. Menurutnya, meski luas hutan mangrove telah mencapai sekitar 60 hektare, penambahan tanaman masih dibutuhkan.
“Masih perlu ditambah lagi. Selain untuk menjaga pesisir, kawasan ini juga jadi tempat edukasi. UNDIP Semarang rutin melakukan penelitian, dan siswa sekolah sering belajar konservasi di sini,” kata Rasno.
Selain berfungsi menahan abrasi, Hutan Mangrove Pasar Banggi juga dikenal sebagai destinasi wisata edukasi lingkungan di Kabupaten Rembang.
(daf/daf)






