Menu

Dark Mode

Berita

Pemkab Rembang Genjot Penurunan Stunting, Terapkan Skema Baru 2025

badge-check

Sosialisasi dan bimbingan teknis pelaporan Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) di aula Bappeda Rembang, Kamis (4/9/2025). (Foto: rembangsepekan.com) Perbesar

Sosialisasi dan bimbingan teknis pelaporan Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) di aula Bappeda Rembang, Kamis (4/9/2025). (Foto: rembangsepekan.com)

Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus mengintensifkan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting lewat kolaborasi lintas sektor. Upaya ini dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan program yang menyasar keluarga berisiko stunting di seluruh kecamatan.

Skema Baru 2025

Penguatan program dilakukan lewat sosialisasi dan bimbingan teknis pelaporan Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) di aula Bappeda Rembang, Kamis (4/9/2025).

Kabid PPM Bappeda Rembang, Sigit Purwanto, menyebut tahun 2025 ada skema baru dalam sistem pelaporan kinerja stunting. Kali ini pelibatan dilakukan hingga level desa dan kecamatan.

“Di tingkat kecamatan ada tiga user, yakni operator, verifikator, dan camat. Di Puskesmas juga ada operator, ditambah PLKB, serta user dari OPD lintas sektor seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Kemenag,” kata Sigit.

Menurutnya, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sudah terbentuk di semua level. Namun, peran kecamatan kini lebih penting karena verifikasi laporan dilakukan di kecamatan sebelum naik ke kabupaten.

Angka Stunting Rembang

Prevalensi stunting di Rembang pada 2024 tercatat 12,8 persen. Angka ini jadi acuan bagi semua tingkatan untuk melakukan percepatan penurunan melalui indikator kinerja yang ditetapkan.

Kelompok sasaran intervensi meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, batita, remaja putri, hingga rumah tangga berisiko stunting.

Indikator baru juga mencakup akses air minum dan sanitasi aman, kepesertaan JKN, pendampingan keluarga, serta kepemilikan administrasi kependudukan seperti akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Khusus untuk KIA, capaian kita belum maksimal. Maka Pemkab sedang mengkaji skema insentif, misalnya dengan diskon belanja di toko buku bagi pemegang KIA,” jelas Sigit.

Giatkan Pemanfaatan Pekarangan

Selain itu, Pemkab juga mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam bahan pangan bergizi. Peran penyuluh pertanian bersama BPP kecamatan disebut penting untuk menggerakkan masyarakat.

“Upaya ini tidak hanya mendukung pemenuhan gizi keluarga, tapi juga memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal,” tandasnya.

(daf/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

Kronologi Truk Muat Glasswool Terbakar di Pantura Rembang, Berawal Tabrak Truk di Depannya

7 July 2026 - 10:02 WIB

dfa8dac0-a738-4557-89ae-509bd24c3f1d

21 Usulan Embung Masuk ke Dintanpan Rembang, Verifikasi Teknis Dimulai Pekan Ini

6 July 2026 - 08:41 WIB

WhatsApp Image 2026-07-06 at 08.38.49

Program Beasiswa Rembang Dapat Apresiasi Mendikdasmen, Ratusan Mahasiswa Sudah Terbantu

5 July 2026 - 20:56 WIB

WhatsApp Image 2026-07-06 at 08.15.01

Polsek Rembang Kota Resmi Berganti Nama Jadi Polsek Rembang, Kapolres: Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

4 July 2026 - 06:26 WIB

IMG-20260704-WA0008

Petani Rembang Diimbau Hitung Ketersediaan Air Saat Tentukan Pola Tanam

1 July 2026 - 08:58 WIB

WhatsApp Image 2026-07-01 at 08.56.27
Trending di Berita