Menu

Dark Mode

Berita

Pemancing Tenggelam Akhirnya Ditemukan Meninggal Usai 9 Jam Pencarian di Embung Kaliori

badge-check


					Petugas berhasil mengevakuasi jasad korban tenggelam di Embung Desa Purworejo, Kaliori, Kamis (19/2/2026) malam. Foto: dok BPBD Rembang/rembangsepekan.com Perbesar

Petugas berhasil mengevakuasi jasad korban tenggelam di Embung Desa Purworejo, Kaliori, Kamis (19/2/2026) malam. Foto: dok BPBD Rembang/rembangsepekan.com

KALIORI – Tim gabungan akhirnya menemukan AR (18), remaja yang tenggelam di embung area tambak Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Kamis (19/2/2026) malam. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah proses pencarian berlangsung hampir sembilan jam.

Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, M. Lutfi Hakim, mengatakan evakuasi berhasil dilakukan sekitar pukul 22.48 WIB.

“Alhamdulillah evakuasi korban berhasil pada sekitar pukul 22.48. Terkendala medan yang berlumpur. Akhirnya air waduk sempat dilakukan pengurangan,” ujar Lutfi.

Ia menjelaskan, proses pencarian sempat mengalami hambatan karena kondisi dasar embung yang berlumpur serta jarak pandang di dalam air yang terbatas. Petugas bersama warga juga melakukan upaya pengurangan debit air untuk memudahkan pencarian di titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.

Sejak sore hari, tim BPBD bersama unsur relawan dan warga setempat menyisir area embung menggunakan sejumlah peralatan, mulai dari tali berjangkar hingga perahu BPBD. Pencarian difokuskan di sekitar lokasi korban dilaporkan terpeleset saat hendak mengambil pancing yang tersangkut.

Sebelumnya diberitakan, AR (18) remaja asal Desa Wiroto, Kaliori dilaporkan tenggelam saat memancing bersama seorang rekannya pada siang hari. Korban diduga terpeleset dan jatuh ke embung ketika berusaha mengambil alat pancingnya.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

BPBD Rembang kembali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar embung maupun perairan terbuka, terutama saat musim hujan. Kondisi tanah yang licin dan debit air yang meningkat dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.

(daf/daf)

Baca Juga

Dilantik di Semarang, Ketua Baru IKADIN Rembang Tegaskan Komitmen Jaga Integritas dan Perjuangkan Keadilan

23 May 2026 - 18:39 WIB

IMG-20260523-WA0067

Harga Solar Sempat Melonjak, Ratusan Kapal di Tasikagung Rembang Berhenti Melaut, Kini Mulai Bergerak Lagi

19 May 2026 - 20:33 WIB

WhatsApp Image 2026-05-20 at 08.28.10

Video Plesiran Edisi: Ritual Sedekah Bumi

18 May 2026 - 08:31 WIB

Video ‘RembangSepekan’ Edisi 17 Mei 2026

18 May 2026 - 08:24 WIB

Video Plesiran Edisi: Baraloka Sanggar Seni Barong

11 May 2026 - 10:14 WIB

Trending di Berita