Menu

Dark Mode

Berita

Nelayan Tasik Agung Rembang Mengeluh: Harga Ikan Fluktuatif, BBM Mahal, Izin Melaut Sulit

badge-check


					Kondisi TPI Tasikagung, Rembang, Rabu (2/6/2025). (Foto: Doni Setiawan/rembangsepekan.com) Perbesar

Kondisi TPI Tasikagung, Rembang, Rabu (2/6/2025). (Foto: Doni Setiawan/rembangsepekan.com)

Rembang – Para nelayan di Desa Tasik Agung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengeluhkan berbagai permasalahan yang mereka hadapi belakangan ini. Mulai dari harga ikan yang tak menentu, tingginya biaya bahan bakar minyak (BBM), hingga sulitnya mengurus surat izin melaut.

Joko, salah satu nelayan setempat, menyebut kondisi nelayan saat ini tengah terpuruk. Harga jual ikan yang tak stabil membuat pendapatan tak menentu, sementara di sisi lain, biaya operasional terus membengkak.

“Kondisi nelayan saat ini sedang terpuruk, karena faktor penjualan nggak stabil dan juga biaya bahan bakar yang terlalu tinggi,” keluh Joko saat ditemui rembangsepekan.com, Rabu (2/7/2025).

Tak hanya itu, Joko juga menyoroti besarnya beban pajak yang harus ditanggung nelayan. Menurutnya, hal ini semakin memperkecil margin keuntungan.

“Kita itu keluhannya dari situ, sama pajak. Pajaknya terlalu tinggi,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan oleh Maftuhin, nelayan lainnya. Ia mengatakan biaya perbekalan untuk melaut saat ini sangat mahal, namun tak sebanding dengan hasil tangkapan. Akibatnya, banyak nelayan mengalami kerugian.

“Perbekalan itu kan mahal, sedangkan penjualan ikan harganya nggak stabil. Sudah dua bulan lebih, hampir semua kapal rugi sampai 70 persen karena faktor-faktor tersebut,” ungkap Maftuhin.

Masalah lain yang turut dikeluhkan para nelayan adalah sulitnya proses pengurusan surat izin melaut. Mereka menilai prosedur perizinan saat ini terlalu lama dan rumit, padahal dokumen tersebut sangat penting untuk melaut.

“Keluhan lain itu soal surat izin keberangkatan yang lama keluar. Padahal itu yang utama,” kata Joko.

Ia berharap, proses perizinan bisa dipercepat seperti dulu, agar para nelayan bisa segera kembali melaut dan mencari nafkah.

“Kalau bisa proses pembuatan surat izin itu dua hari sudah kelar. Sekarang bisa sampai tiga sampai empat hari. Terlalu rumit, nggak seperti dulu,” ujarnya.

Para nelayan berharap pemerintah daerah turun tangan memberikan solusi konkret atas persoalan yang mereka hadapi. Mereka berharap ada perhatian lebih agar kesejahteraan nelayan bisa meningkat dan produktivitas di laut bisa kembali pulih.

 

(kyv/daf)

Baca Juga

Kisah Inspiratif Mamluatur Rahmah, Anak Buruh Terasi Rembang yang Menjadi Doktor

10 June 2026 - 22:16 WIB

Keterangan Foto: Doktor Mamluatur Rahmah (dua dari kanan) setelah selesai ujian promosi doktor melakukan foto bersama dengan keluarga.

Jalan Sedangagung-Grawan Langganan Longsor, Pemkab Rembang Siapkan Penanganan Permanen

10 June 2026 - 11:40 WIB

IMG_6956

BLDF Dorong Perubahan Perilaku Pengelolaan Sampah Melalui Gerakan Keluarga ASIK

9 June 2026 - 12:18 WIB

IMG_6882

Dari Dimarahi Sopir Bus karena Bau Terasi, UMKM Rembang Ini Kini Tembus Pasar Dunia

4 June 2026 - 09:49 WIB

WhatsApp Image 2026-06-04 at 09.42.23

Rembang Bersiap Punya Kawasan Industri Raksasa, 50 Perusahaan Akan Masuk

2 June 2026 - 18:10 WIB

29a3d62f-7a37-41b0-901f-d38a96b7346f
Trending di Berita