Menu ✖

Dark Mode

Berita

Legislator PKB Muhammad Imron Dorong Desa Angkat Kearifan Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi Rembang

badge-check

Muhammad Imron Anggota Komisi IV DPRD Rembang. (Foto: rembangsepekan.com) Perbesar

Muhammad Imron Anggota Komisi IV DPRD Rembang. (Foto: rembangsepekan.com)

SLUKE – Anggota DPRD Rembang Muhammad Imron mendorong desa-desa di Kabupaten Rembang untuk lebih berani mengangkat potensi budaya, tradisi, dan pangan lokal sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan. Hal itu ia sampaikan saat hadir dan memberikan sambutan dalam Forum Kearifan Lokal dan Budaya Kabupaten Rembang di Desa Pangkalan, Kecamatan Sluke, baru-baru ini.

Imron menegaskan bahwa kekayaan budaya dan pangan lokal bukan sekadar identitas atau ikon, tetapi aset yang dapat dikembangkan menjadi pengungkit kesejahteraan warga.

“Potensi lokal seperti budaya, tradisi atau adat, sampai pangan lokal tidak boleh hanya menjadi simbol. Harus dikelola, dipromosikan, dan diolah agar menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujar Imron.

Ia menambahkan, DPRD siap menjembatani kebutuhan regulasi maupun dukungan program bagi desa yang ingin berinovasi memanfaatkan kearifan lokal.

“Kami mendorong pemerintah desa untuk berani berinovasi. Kearifan lokal adalah modal besar Rembang. Dikelola dengan baik, ini bisa mendukung peningkatan kesejahteraan dan pembangunan yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Forum Kearifan Lokal dan Budaya Kabupaten Rembang di Desa Pangkalan, Kecamatan Sluke. (Foto: rembangsepekan.com)

Forum tersebut juga menghadirkan pegiat kebudayaan Lasem, Agni Malagina, yang mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai lokal sebagai pondasi pembangunan. Di depan warga Suluki dan Makalan, Agni menekankan pentingnya gotong royong dalam merawat tradisi, ritual, serta pangan lokal.

“Warga Suluki dan Desa Makalan punya karisma lokal yang kuat. Tradisi, ritual, dan pangan lokal adalah kekuatan besar yang harus dijaga,” kata Agni.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat merawat lingkungan, budaya, dan harmoni sosial.

Agni juga memperkenalkan sejumlah pangan lokal, termasuk buah kesel, dan menyebut bahwa tren kesehatan global kini kembali pada bahan pangan alami berbasis lokal.

Menurutnya, pangan lokal penting karena memiliki nilai budaya, relevan dengan tren kesehatan, dan menjadi bagian diversifikasi pangan nasional sesuai kondisi geografis Indonesia.

“Pangan lokal bukan sekadar makanan. Ia berkaitan dengan identitas dan budaya. Ketika kita mengemas dan mengelolanya dengan baik, masyarakat akan semakin sejahtera,” ujarnya.

(daf/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

PKB Rembang Perkuat Barisan, Pengurus DPC Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan

10 October 2026 - 13:27 WIB

IMG-20261010-WA0012

Bidik 12 Kursi, PKB Rembang Siapkan Strategi Besar Hadapi Pemilu Mendatang

10 October 2026 - 13:22 WIB

IMG-20261010-WA0017

Bupati Rembang Tinjau Pantai Binangun, Penataan Ditargetkan Tahun Depan

8 October 2026 - 13:44 WIB

2907a292-bec2-40f1-8cfd-48e1e4149884

Pemkab Rembang Perkuat Tata Kelola Desa melalui Program Jaga Desa

8 October 2026 - 10:51 WIB

ea6d55dd-ce15-46e3-9a78-e8701d94a039

BPBD Rembang Siapkan Pengadaan APD, Perkuat Sinergi Penanganan Kebakaran

6 October 2026 - 20:34 WIB

IMG_2278
Trending di Berita