Menu

Dark Mode

Berita

Jelang Iduladha, Pemkab Rembang Gencarkan Vaksinasi dan Pemeriksaan Hewan Kurban

badge-check


					Dintanpan Rembang melakukan vaksinasi terhadap 11.766 sapi dan kambing jelang Hari Raya Iduladha. (Foto: rembangsepekan.com) Perbesar

Dintanpan Rembang melakukan vaksinasi terhadap 11.766 sapi dan kambing jelang Hari Raya Iduladha. (Foto: rembangsepekan.com)

 

Rembang – Menjelang perayaan Idul Adha 1446 H/2025 M, baru-baru ini, Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang meningkatkan intensitas vaksinasi terhadap hewan ternak, khususnya sapi, yang berpotensi dijadikan hewan kurban.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menjamin kesehatan hewan dan keamanan daging yang akan dikonsumsi masyarakat saat hari raya.

Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengungkapkan bahwa vaksinasi telah difokuskan di wilayah dengan populasi sapi tinggi. Sapi-sapi yang diprioritaskan adalah yang kemungkinan besar akan disembelih saat Idul Adha.

“Total hewan tervaksin per 22 Mei 2025 sebanyak 11.766 ekor. Perinciannya sapi 10.388 ekor dan kambing domba 1.378 ekor. Ini semua divaksin, tidak hanya yang mau dipakai qurban, baik sapi atau kambing. Untuk yang siap kurban rata-rata sudah divaksin,” ungkap Agus saat dimintai konfirmasi, pada hari ini (2/6/2025).

“Harapannya, daging kurban yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman dan sehat,” sambungnya.

Tidak hanya vaksinasi, Dintanpan juga menyiapkan empat tim khusus untuk melaksanakan pemeriksaan antemortem atau pemeriksaan kondisi kesehatan hewan sebelum disembelih. Pemeriksaan ini dijadwalkan berlangsung satu pekan sebelum Idul Adha, guna memastikan hanya hewan yang sehat dan layak konsumsi yang dikurbankan.

“Satu minggu menjelang hari raya, tim akan turun untuk melakukan pengecekan antemortem. Kemarin juga sudah kami lakukan sosialisasi ke masyarakat,” tambahnya.

Pada hari pemotongan hewan kurban, tim dari Dintanpan akan dikerahkan ke berbagai titik penyembelihan. Kehadiran mereka bertujuan memastikan seluruh proses pemotongan berjalan sesuai standar kesehatan hewan dan aturan yang berlaku.

Meski sempat ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Rembang, Agus memastikan situasi saat ini sudah terkendali. Seluruh ternak yang sebelumnya terinfeksi telah pulih dan tidak ada laporan kasus baru hingga saat ini.

“Yang kita khawatirkan justru lalu lintas hewan di pasar yang masih terbuka. Maka vaksinasi adalah satu-satunya cara paling efektif untuk memastikan ternak tetap sehat,” tandas Agus.

Dintanpan juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih hewan kurban. Disarankan agar hanya membeli hewan yang sudah divaksin dan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari petugas berwenang.

 

(kyv/daf)

Baca Juga

Dilantik di Semarang, Ketua Baru IKADIN Rembang Tegaskan Komitmen Jaga Integritas dan Perjuangkan Keadilan

23 May 2026 - 18:39 WIB

IMG-20260523-WA0067

Harga Solar Sempat Melonjak, Ratusan Kapal di Tasikagung Rembang Berhenti Melaut, Kini Mulai Bergerak Lagi

19 May 2026 - 20:33 WIB

WhatsApp Image 2026-05-20 at 08.28.10

Video Plesiran Edisi: Ritual Sedekah Bumi

18 May 2026 - 08:31 WIB

Video ‘RembangSepekan’ Edisi 17 Mei 2026

18 May 2026 - 08:24 WIB

Video Plesiran Edisi: Baraloka Sanggar Seni Barong

11 May 2026 - 10:14 WIB

Trending di Berita