Menu

Dark Mode

Edukasi

Jangan Anggap Sepele Mata Sepet, Perih, dan Lelah

badge-check


					PERIKSA – Seorang pasien tengah melakukan pemeriksaan mata di Klinik Utama Pangkalan Bun Eye Center. Foto : Fahruddin Fitriya/rembangsepekan.com Perbesar

PERIKSA – Seorang pasien tengah melakukan pemeriksaan mata di Klinik Utama Pangkalan Bun Eye Center. Foto : Fahruddin Fitriya/rembangsepekan.com

Risiko Luka Kornea Permanen Mengintai

NASIONAL – Di tengah tingginya mobilitas kerja dan paparan perangkat digital yang intens, kita sering merasa mata tiba-tiba terasa Sepet, Perih, atau Lelah (SePeLe). Gejala yang sering kita remehkan ini sebenarnya adalah alarm alami yang menandakan kondisi mata kering.

Jika kondisi tersebut tidak segera diatasi, dampaknya bisa sangat fatal bagi kesehatan indra penglihatan. Kekeringan yang kronis dapat menyebabkan peradangan hebat, luka permanen atau abrasi pada permukaan kornea, hingga meningkatkan risiko infeksi serius yang berpotensi merusak penglihatan secara permanen.

“Saat sedang bekerja atau bermain handphone, kadang kita merasakan mata kurang nyaman, jangan buru-buru menganggapnya ini masalah sepele,” ujarnya dr. Agus Ariyanto saat ditemui di Klinik Utama Pangkalan Bun Eye Center, pada Sabtu, (27/12/2025).

Dokter yang mengambil spesialis mata di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung itu menjelaskan, gejala SePeLe merupakan indikasi nyata dari sindrom mata kering. Jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan peradangan hebat, luka permanen atau abrasi pada permukaan kornea.

“Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi serius yang berpotensi merusak penglihatan secara permanen,” bebernya.

Data terbaru menunjukkan bahwa prevalensi mata kering di wilayah urban seperti Jabodetabek dan Bandung mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni 41 persen. Sayangnya, mayoritas penderita tidak menyadari bahwa mata mereka sedang dalam kondisi tidak sehat.

Fenomena serupa, kata dia, nyaris terjadi di setiap sudut wilayah, termasuk Pangkalan Bun. Ini terjadi karena ketergantungan masyarakat yang tinggi pada gawai (gadget), memaksa mata kita untuk terus bekerja keras memandangi layar dalam durasi waktu yang panjang.

“Banyak pasien datang sudah dalam kondisi iritasi yang cukup mengganggu. Padahal awalnya hanya merasa mata SePeLe atau terasa berat saat bekerja,” ungkapnya.

Menurut dr. Agus, selain pengaruh dari menatap layar gawai, gaya hidup modern seperti bekerja di ruangan ber-AC, hingga paparan polusi juga menjadi faktor utama pemicu mata kering.

“Mata kering bukan sekadar rasa tidak nyaman. Jika fungsi pelumasan pada permukaan mata terganggu, risiko luka pada kornea atau infeksi bisa meningkat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari solusi praktis bagi masyarakat yang aktif, dr. Agus menyarankan penggunaan obat tetes mata yang tepat dengan kandungan Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC). Kandungan ini berperan aktif sebagai pelumas buatan yang menyerupai fungsi air mata alami untuk mengembalikan kelembapan dan memberikan rasa nyaman secara instan.

“Penggunaan tetes mata dengan kandungan HPMC seperti pada produk INSTO Dry Eyes sangat dianjurkan untuk membantu memberikan proteksi dan kelembapan tambahan pada permukaan mata,” sebutnya.

Namun, lanjut dia, selain penanganan mandiri, masyarakat juga disarankan untuk menerapkan pola istirahat mata 20-20-20 saat bekerja di depan layar. Setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek yang jaraknya sekitar 20 kaki (6 meter).

Melalui sinergi antara edukasi medis dan ketersediaan solusi produk yang tepat, diharapkan masyarakat, tidak lagi menyepelekan gejala mata kering. Dengan mata yang sehat dan lembap, produktivitas di tengah kesibukan harian pun dapat tetap terjaga tanpa gangguan rasa sepet, perih, maupun lelah.

Bagi masyarakat Pangkalan Bun dan sekitarnya, imbuh dia, informasi lebih lanjut mengenai penanganan mata kering dan konsultasi kesehatan mata dapat dilakukan melalui layanan medis di Klinik Utama Pangkalan Bun Eye Center.(Fahruddin Fitriya)

Baca Juga

Video Plesiran Edisi: Ritual Sedekah Bumi

18 May 2026 - 08:31 WIB

Puluhan Siswa SD di Kragan Dirawat Usai Alami Gejala Keracunan Saat Peringatan Hari Kartini

21 April 2026 - 12:53 WIB

IMG_4322

Dindikpora Bekali 47 Kepsek Baru di Rembang Penguatan Manajerial

3 March 2026 - 10:40 WIB

Umat Khonghucu di Lasem Gelar Ritual Nie Mee untuk Menyambut Imlek 2577

16 February 2026 - 13:39 WIB

PWI-Dinkominfo Rembang Peringati HPN Lewat Aksi Tanam Pohon dan Kelas Jurnalistik di Sale

5 February 2026 - 20:39 WIB

Trending di Berita