Menu

Dark Mode

Berita

Bupati Rembang Prioritaskan Kualitas dan Estetika dalam Penataan Alun-alun

badge-check


					Kondisi Alun-alun Rembang, Rabu (28/5/2025). (Foto: rembangsepekan.com) Perbesar

Kondisi Alun-alun Rembang, Rabu (28/5/2025). (Foto: rembangsepekan.com)

Rembang – Visi estetika dan efisiensi anggaran menjadi fokus utama Bupati Rembang, Harno, dalam merancang pembangunan ruang publik di wilayahnya.

Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rembang, Selasa (27/5), Harno menegaskan bahwa penataan Alun-Alun Kota Rembang belum akan dilaksanakan tahun ini.

Keputusan tersebut diambil bukan karena proyek tersebut tidak penting, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian dalam penggunaan anggaran.

Harno menilai, proyek penataan ruang publik seperti alun-alun dan taman kota harus dilakukan secara menyeluruh dan terencana dengan matang agar hasilnya tidak hanya fungsional, tetapi juga menarik dan membanggakan bagi masyarakat.

“Daripada dengan anggaran sedikit-sedikit hasilnya tidak maksimal. Akhirnya saya suruh menghapus sekalian, daripada hanya ada (anggaran) sedikit-sedikit, saya tidak mau,” tegas Harno saat menyampaikan arahannya.

Untuk mendukung perencanaan jangka panjang yang lebih matang, Bupati telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan studi banding ke berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya adalah menemukan desain alun-alun yang tidak hanya sesuai dengan kebutuhan fungsional, tetapi juga mencerminkan identitas khas Kabupaten Rembang.

“Kemarin saya minta tolong kepada dinas terkait tolong studi banding se-Pulau Jawa bahkan se-Indonesia. Cari desain alun-alun yang benar-benar sesuai dengan yang kita butuhkan,” jelasnya.

Tak hanya Alun-Alun Kota Rembang, Harno juga menyoroti proyek penataan Taman Kartini yang dianggapnya belum dirancang dengan pendekatan menyeluruh. Ia menilai, alokasi anggaran beberapa miliar rupiah tidak akan berdampak signifikan jika tidak disertai dengan perencanaan yang terintegrasi.

“Maka kemarin termasuk Taman Kartini cuma ada beberapa miliar, percuma. Saya mau yang sekali dibangun benar-benar kelihatan dan bagus,” pungkasnya.

Melalui pendekatan ini, Bupati Harno ingin memastikan bahwa setiap pembangunan ruang publik di Rembang tidak sekadar menjadi formalitas proyek, melainkan investasi jangka panjang yang memberi nilai estetika, manfaat, dan kebanggaan bagi warga.

(kyv/daf)

Baca Juga

Dilantik di Semarang, Ketua Baru IKADIN Rembang Tegaskan Komitmen Jaga Integritas dan Perjuangkan Keadilan

23 May 2026 - 18:39 WIB

IMG-20260523-WA0067

Harga Solar Sempat Melonjak, Ratusan Kapal di Tasikagung Rembang Berhenti Melaut, Kini Mulai Bergerak Lagi

19 May 2026 - 20:33 WIB

WhatsApp Image 2026-05-20 at 08.28.10

Video Plesiran Edisi: Ritual Sedekah Bumi

18 May 2026 - 08:31 WIB

Video ‘RembangSepekan’ Edisi 17 Mei 2026

18 May 2026 - 08:24 WIB

Video Plesiran Edisi: Baraloka Sanggar Seni Barong

11 May 2026 - 10:14 WIB

Trending di Berita