REMBANG – Bupati Rembang Harno mengunjungi korban kebakaran di Kecamatan Pamotan, Sedan, dan Sumber, Kamis (24/7/2026). Dalam kunjungan itu, Harno menyalurkan bantuan logistik sekaligus memastikan penanganan terhadap warga terdampak berjalan optimal.
Harno didampingi Plt Kepala Pelaksana BPBD Rembang Muhammad Luthfi Hakim, Ketua Baznas Rembang Mohammad Ali Anshory, Kepala Bagian Kesra Setda Rembang Maruli Dwi Ronisa, serta jajaran pemerintah kecamatan dan desa.
Lokasi pertama yang didatangi adalah rumah Hasanah (70), warga Desa Ringin, Kecamatan Pamotan. Dapur rumahnya terbakar pada Rabu (22/7), mengakibatkan kerusakan cukup parah.
Hasanah menerima bantuan sembako, perlengkapan kebutuhan dasar, serta bantuan dari PMI. Selain itu, Baznas Kabupaten Rembang juga menyiapkan bantuan tunai Rp 10 juta yang dijadwalkan disalurkan sekitar sepekan mendatang.
Dari Pamotan, rombongan menuju Desa Sedan, Kecamatan Sedan. Harno menemui pasangan suami istri Nanang dan Fajriyah yang rumahnya terbakar pada 15 Juli 2026.
Selain menyerahkan bantuan logistik, Pemkab Rembang melalui Bagian Kesra Setda Rembang juga menyiapkan bantuan tunai Rp 5 juta yang akan disalurkan dalam waktu sekitar satu pekan.
Kunjungan terakhir dilakukan ke rumah Sumindar di Desa Logung, Kecamatan Sumber. Rumah Sumindar ludes terbakar pada 8 Juli 2026. Hingga kini, keluarga masih tinggal di tenda darurat yang didirikan di sekitar lokasi rumah.
Harno berbincang dengan keluarga korban dan memastikan kebutuhan mereka tetap terpenuhi. Baznas juga akan memberikan bantuan tunai Rp 10 juta untuk membantu pemulihan.
Usai kunjungan, Harno mengatakan kehadirannya bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada para korban.
“Yang khusus Pak Sumindar, solusinya gotong royong warga, Pak Kades, kecamatan semua iuran, dapat Rp24 juta, dari PMI juga ada, BPBD dan ini ada tambahan dari Baznas Rp10 juta,” kata Harno.
Anak Sumindar, Gunarti, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemkab Rembang. Menurutnya, sang ayah memilih tetap tinggal di tenda karena ingin menjaga sapi peliharaannya.
“Terima kasih Pak Bupati telah diberikan bantuan. Ini mbahe minta tetap di sini, kasihan sapinya,” ujarnya.
Hasanah juga mengaku terharu karena rumahnya didatangi langsung oleh Bupati. Ia mengatakan bantuan yang diterima sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memulai proses pemulihan.
“Banget senenge saya pak, saya memang orang tidak mampu. Ini dapat Rp10 juta dan sembako ini ada juga apa belum saya buka,” tuturnya.
(daf/daf)







Comments are closed.