LASEM – MTsN 1 Rembang (Lasem) memberikan klarifikasi terkait isu sejumlah siswanya mengalami diare yang beredar di media sosial. Pihak madrasah menyebut 46 siswa menjalani screening kesehatan dan kondisinya saat ini stabil.
Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Chris Sutopo Waka Sarpras MTsN 1 Rembang pada Rabu (9/9/2026). Pihak madrasah menyebut diare yang dialami beberapa siswa sudah bergejala sejak beberapa hari terakhir.
“Beberapa siswa menderita diare dan sudah dialami bergejala beberapa hari terakhir,” terang Chris kepada wartawan, Rabu (9/9/2026)
Terkait suasana madrasah pada hari ini (9/9/2026) yang cukup padat karena terdapat sejumlah kegiatan.
Di antaranya Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat SD/MI se-Kabupaten Rembang, sosialisasi Keluarga Bersinar dan BNN Jawa Tengah, tes urine terhadap 60 siswa, serta penyuluhan GE School untuk kelas Bahasa Inggris dan Multimedia.
Banyaknya kegiatan tersebut menyebabkan suasana madrasah terkesan ramai. Kerumunan siswa di depan madrasah juga disebut berkaitan dengan kegiatan tes urine dan lokasi UKS yang berada di bagian depan.
Sekitar pukul 10.30 WIB, petugas kesehatan dengan ambulans dari Puskesmas Kecamatan lain datang ke madrasah untuk melakukan screening terhadap siswa yang mengalami diare.
Pihak madrasah menyatakan tidak merasa mengundang petugas kesehatan tersebut. Namun, karena petugas sudah datang, screening tetap dilakukan.
“Hasilnya screening, sebanyak 46 siswa terindikasi pusing, mual, diare sudah hampir selesai. Mereka diberi obat,” jelas Chris.
Madrasah Sebut Tak Ada Indikasi Keracunan MBG
Dalam klarifikasinya, pihak madrasah menyebut belum ditemukan indikasi keracunan makanan bergizi gratis (MBG). Alasannya, pada Rabu (9/9), tidak ada pengiriman MBG untuk siswa MTsN 1 Rembang.
“Namun belum ditemukan adanya indikasi keracunan MBG. Karena kebetulan pada hari ini, tidak ada pengiriman MBG untuk siswa ke madrasah,” tutur Chris.
Tim Humas menyebut pengiriman MBG yang biasanya dilakukan SPPG Bonang ditiadakan pada hari ini. Alasan penghentian pengiriman tersebut karena pihak SPPG khawatir terhadap tingginya kejadian keracunan MBG di Kecamatan Lasem pada beberapa hari terakhir ini.
Siswa Disebut Sudah Stabil
Pihak madrasah menyebut diare yang dialami siswa dimungkinkan berkaitan dengan kelelahan akibat padatnya aktivitas dan pola makan yang tidak teratur. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat siswa rentan mengalami diare.
“Saat ini kondisi siswa sudah stabil. Kami mohon doa agar siswa selalu diberikan kesehatan dalam kegiatan pembelajaran di madrasah,” ungkapnya.
Terkait pertanyaan wartawan mengenai siswa yang mengalami diare, pihak madrasah juga menyampaikan permohonan maaf. Mereka menjelaskan bahwa penyampaian informasi sesuai prosedur harus melalui kepala madrasah atau Waka Humas yang berwenang memberikan keterangan.
“Karena memang sesuai prosedur, permohonan informasi harus melalui Kepala Madrasah atau Waka Humas yang lebih berwenang memberikan statement,” pungkasnya.
(daf/daf)







Comments are closed.