REMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang memastikan kesiapan logistik dan peralatan kedaruratan menyusul curah hujan yang masih tinggi di wilayah Rembang. Kesiapsiagaan dilakukan seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut puncak musim hujan terjadi pada Januari.
Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel, logistik, serta peralatan pendukung kebencanaan selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
“Curah hujan masih cukup tinggi dan BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga sangat lebat. Karena itu kami memastikan kesiapan personel, logistik, dan peralatan kedaruratan tetap aman dan siap digunakan,” ujar Sri Jarwati.
Sri Jarwati menjelaskan, stok logistik kedaruratan seperti sandang, pangan, dan kebutuhan dasar lainnya masih mencukupi. Selain itu, peralatan pendukung penanganan bencana, termasuk tenda pengungsian dan perlengkapan evakuasi, juga dalam kondisi siap.
“Logistik sampai saat ini masih aman. Peralatan dan tenda-tenda kedaruratan juga siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Rembang juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai langkah antisipasi apabila diperlukan tambahan bantuan logistik dan peralatan.
“Kami sudah koordinasi dengan provinsi. Jika dibutuhkan, kami siap mengambil bantuan tambahan dari provinsi untuk memperkuat stok yang ada,” tambahnya.
Dalam menghadapi puncak musim hujan, BPBD Rembang menyiagakan personel selama 24 jam dan memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah desa, relawan kebencanaan, serta organisasi perangkat daerah terkait.
“Personel kami siaga 24 jam. Semua unsur sudah kami siapkan agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal,” tegas Sri Jarwati.
Ia menambahkan, selama periode 8 hingga 11 Januari 2026, BPBD telah menangani sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah. Seluruh kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Rembang melalui nota dinas.
“Setiap kejadian sudah kami laporkan dan ditangani sesuai prosedur. Fokus kami sekarang adalah memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga selama puncak musim hujan,” ujarnya.
BPBD Rembang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor. Warga diminta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
“Penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama. Kami mohon dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan rekan-rekan media,” pungkas Sri Jarwati.
(daf/daf)





