REMBANG – Bupati Rembang Harno menegaskan masa purna tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan akhir pengabdian, melainkan awal fase kehidupan baru yang tetap produktif dan bermanfaat. Hal itu disampaikannya saat membuka Pembekalan Teknis bagi 77 ASN yang akan memasuki masa pensiun periode Februari hingga April 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Museum Kartini, Selasa (6/1/2026). Dalam sambutannya, Harno menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para ASN yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun bagi Kabupaten Rembang.
“Bapak dan Ibu sekalian telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Rembang, menjaga roda pemerintahan tetap berjalan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Harno.
Ia menilai kontribusi para ASN berperan besar dalam menjaga kesinambungan pemerintahan dan pelayanan publik di daerah. Menurutnya, pensiun tidak boleh dimaknai sebagai berhentinya kontribusi kepada masyarakat.
“Pensiun adalah fase untuk tetap produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar, baik melalui kegiatan sosial, kewirausahaan, keagamaan, maupun peran aktif di masyarakat,” katanya.
Harno menambahkan, pembekalan teknis ini penting sebagai bekal mental, pengetahuan, dan keterampilan bagi ASN agar siap menghadapi masa transisi dari dunia kedinasan menuju kehidupan pascapensiun.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman terkait pengelolaan keuangan, kesehatan fisik dan mental, peluang usaha, hingga penyesuaian sosial di masa purna tugas.
“Materi yang diberikan diharapkan membantu merencanakan masa depan yang sejahtera, bermakna, dan tetap berkontribusi positif bagi masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga berpesan agar peserta memanfaatkan pembekalan dengan sungguh-sungguh serta tetap menjaga nilai disiplin, integritas, dan etos kerja meski telah purna tugas.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang, Arif Romadlon, mengatakan 77 ASN yang akan pensiun terbagi dalam tiga periode. Sebanyak 20 orang pensiun pada Februari, 26 orang pada Maret, dan 31 orang pada April 2026.
“Rinciannya terdiri dari 40 tenaga guru, 28 tenaga teknis, 4 tenaga kesehatan, dan 5 tenaga struktural,” jelas Arif.
Ia menambahkan, salah satu pejabat yang akan memasuki masa purna tugas adalah Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang, Dwi Wahyuni Hariyati, yang pensiun pada 1 Februari 2026.
(daf/daf)





