LASEM – Keberadaan Situs Candi Malad di Dukuh Gowak, Desa Gowak, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, menyimpan jejak penting sejarah Lasem pada masa pengaruh Kerajaan Majapahit.
Situs ini diyakini sebagai tempat persemayaman abu layon Dewi Indu, Raja Lasem yang memerintah sekitar tahun 1351 M. Dewi Indu juga dikenal dengan nama Duhitendu Dewi.
Secara historis, Dewi Indu memiliki hubungan darah dengan Majapahit. Ia merupakan keponakan Hayam Wuruk, Raja Majapahit, yang memperkuat dugaan bahwa Lasem berada di bawah pengaruh kuat kerajaan tersebut.
Bangunan persemayaman abu Dewi Indu berada di kawasan perbukitan Gunung Lasem. Akses menuju lokasi dapat ditempuh kendaraan roda dua dan roda empat.
Kondisi makam saat ini terbilang terawat. Bangunan berbentuk mini bergaya joglo dikelilingi kain hijau dengan renda kuning emas.
Di sekeliling makam juga terdapat pagar dari batu bata merah dengan bentuk menyerupai arsitektur Majapahit. Elemen tersebut memperkuat nuansa sejarah di kawasan situs.
Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem, Ernantoro, mengatakan kondisi kompleks persemayaman abu Dewi Indu saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Warga dan pemerhati sejarah melakukan pemugaran secara swadaya pada 11 September 2015 dengan menambah pagar bergaya Majapahit dan paving di area makam,” terang Ernantoro.
Menurut Ernantoro, pemugaran itu dilakukan agar situs sejarah terlindungi dan dapat dikembangkan sebagai objek wisata budaya dan edukasi di Lasem.
(daf/daf)





