LASEM – Situs Candi Malad yang berada di Desa Gowak, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, diyakini masyarakat sebagai tempat persemayaman abu layon Dewi Indu atau Duhitendu Dewi, Raja Lasem yang memerintah sekitar tahun 1351 M.
Dewi Indu diketahui memiliki hubungan darah dengan Kerajaan Majapahit. Ia merupakan keponakan Hayam Wuruk, Raja Majapahit, yang pada masa itu berkuasa atas wilayah luas di Pulau Jawa.
Lokasi Candi Malad berada di RT 01 RW 01, Dukuh Gowak, Desa Gowak, atau sekitar delapan kilometer dari pusat Kecamatan Lasem. Situs ini berada di kawasan perbukitan Gunung Lasem.
Tomo, warga Desa Gowak, mengatakan penyebutan Candi Malad berasal dari cerita turun-temurun masyarakat. Warga meyakini di bawah bukit tempat abu Dewi Indu disemayamkan terdapat bangunan candi.
“Cerita dari leluhur menyebutkan ada bangunan candi di bawah bukit makam ini, sehingga disebut Candi Malad,” ujar Tomo.
Hingga kini, situs tersebut masih sering dikunjungi warga dan peziarah. Mereka datang untuk berziarah sekaligus mengenal lebih dekat sejarah Lasem.
Kawasan persemayaman abu Dewi Indu memiliki suasana yang tenang dan teduh. Pohon beringin besar di sekitar makam menambah kesan sakral lokasi tersebut.
Makam Dewi Indu sendiri telah tertata rapi dengan bangunan kecil bergaya joglo. Di dalamnya terdapat kotak tanah liat yang berisi abu jenazah Dewi Indu.
Warga berharap situs ini terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan sejarah Lasem.
(daf/daf)





