Lasem – SMP Negeri 2 Lasem (Nedula)tampil berbeda dalam Karnaval Kecamatan Lasem 2025. Mengusung tema “Menelusuri Jejak Sejarah, Merajut Warisan Budaya Batik Lasem,” sekolah ini menampilkan sendratari yang mengisahkan sejarah pernikahan tokoh legendaris Lasem, Bodronolo dan Binang Ti.
Kepala SMPN 2 Lasem, Chrismastuti, menjelaskan, pengemasan cerita sejarah menjadi konsep utama yang membedakan penampilan sekolahnya dengan peserta lain.
“Kami mencoba menghadirkan kisah pernikahan Bodronolo, putra bangsawan Lasem yang gagah berani, dengan Binang Ti, putri jelita dari keluarga laksamana Cheng Ho,” jelasnya, Senin (25/8/2025).
“Dalam kisah itu ada seserahan berupa merak, tebu, motif Campa, delima, hingga padi Campa. Simbol-simbol inilah yang kemudian berkembang menjadi identitas budaya, termasuk batik tulis Lasem,” imbuhnya.
Penampilan sendratari tersebut melibatkan 97 siswa dalam satu tim. Rombongan terbagi dalam beberapa barisan, mulai dari panji, drumband, hingga maskot.
Maskot itu menampilkan tokoh-tokoh penting seperti Dewi Indu, Raja, Patih, Laksamana Cheng Ho, serta pasangan Binang Ti dan Bodronolo.

SMPN 2 Lasem juara 1 Karnaval Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan, Sabtu (23/8/2025). (Foto: rembangsepekan.com)
Selain itu, tim sendratari juga memvisualisasikan simbol-simbol budaya dalam bentuk penari merak, pembawa gunungan, penari batik, serta prajurit pembawa tombak. Seluruh rangkaian pertunjukan dikemas sebagai sebuah karya teatrikal di jalanan karnaval.
“Tujuannya bukan sekadar tampil, tetapi agar anak-anak memahami sejarah Lasem sekaligus belajar menghargai warisan budaya yang menjadi kebanggaan daerah. Dengan cara ini, mereka tidak hanya menari atau berjalan, tapi juga membawa pesan budaya,” ujar Chrismastuti.
Menurutnya, penggabungan unsur sejarah, seni, dan budaya ini menjadi daya tarik tersendiri dan sukses memikat perhatian masyarakat serta juri.
(kyv/daf)





