Menu

Dark Mode

Berita

Piutang Pajak Daerah Rembang Tembus Rp36 Miliar

badge-check

Data piutang pajak daerah Rembang. (Sumber: LHP SPI dan Kepatuhan atas LK Pemerintah Kabupaten Rembang TA 2024.) Perbesar

Data piutang pajak daerah Rembang. (Sumber: LHP SPI dan Kepatuhan atas LK Pemerintah Kabupaten Rembang TA 2024.)

 

Rembang – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap temuan piutang pajak daerah yang signifikan di Kabupaten Rembang dalam laporan hasil audit atas Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan tahun 2024.

Dalam laporan bernomor 46.B/LHP/XVIII.SMG/05/2025, tertanggal 26 Mei 202, BPK mencatat piutang pajak daerah Rembang mencapai Rp36.408.523.686. Angka ini meningkat sebesar Rp3.148.203.935 dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp33.260.319.751.

Temuan BPK mengungkap bahwa piutang tersebut tersebar di sembilan sektor pajak. Yang paling besar berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2), dengan nilai mencapai Rp25.438.838.805. Ironisnya, piutang PBB-P2 itu merupakan akumulasi sejak tahun 2008 hingga 2024.

Sektor pajak lainnya yang juga menunggak meliputi:
• Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB/tambang): Rp10.522.213.603
• Pajak hotel: Rp1.692.346
• Pajak restoran: Rp105.415.532
• Pajak hiburan: Rp32.848.000
• Pajak reklame: Rp52.180.950
• Pajak sarang burung walet: Rp209.933.500
• Pajak air tanah: Rp33.511.950
• Pajak parkir: Rp11.889.000

Selain itu, BPK juga menemukan adanya ketidaksesuaian data piutang PBB-P2 sebesar Rp512.250.174 antara laporan keuangan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) dengan rincian data yang disajikan. Hingga akhir proses pemeriksaan, BPPKAD belum menyelesaikan koreksi atas selisih tersebut.

Tak hanya itu, BPK juga mencatat bahwa BPPKAD belum melakukan kajian atas piutang yang telah kedaluwarsa. Padahal, pada Desember 2024 lalu, lembaga tersebut sempat melakukan verifikasi lapangan terhadap sektor MBLB dan menemukan 36 wajib pajak yang sudah tidak lagi aktif. Sayangnya, hingga kini belum ada tindak lanjut dari hasil verifikasi itu.

BPK menyebut lemahnya pengawasan dan evaluasi dari pimpinan BPPKAD Rembang menjadi salah satu penyebab belum optimalnya pengelolaan piutang pajak daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala BPPKAD Rembang belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.

Sementara itu, Kabid Pendapatan BPPKAD Rembang, Sumarni saat dimintai konfirmasi rembangsepekan pada hari ini (14/7/2025) belum memberikan tanggapannya.

 

(kyv/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

Datang Lur Hari Terakhir Job Fair Rembang, Tersedia 3.200 Lowongan Kerja

23 July 2026 - 10:09 WIB

IMG_9014

Asyik Ngobrol Mobilio Tabrak Truk Parkir di Rembang, Penumpang Mahasiswi Terluka

22 July 2026 - 18:16 WIB

3ffeb2e5-739c-4529-bb95-32560c7ec639

Rumah Janda Ringin Dilalap Api, Diduga Gegara Tungku Pawon Kerugian Rp 90 Juta

22 July 2026 - 12:36 WIB

64222bb5-2a56-434f-a4f3-36b0bf738650

Catat Lur Ini Rangkaian Expo Rembang Mandiri

22 July 2026 - 08:51 WIB

WhatsApp Image 2026-07-22 at 08.46.47

Bupati Rembang Cek Layanan Puskesmas, Soroti Pelayanan dan Kebersihan

21 July 2026 - 08:25 WIB

WhatsApp Image 2026-07-22 at 08.31.20
Trending di Berita