Menu

Dark Mode

Budaya

Sosok di Balik Makam Misterius di Pantura Lasem

badge-check

Penampakan makam misterius di pinggir Jalur Pantura Lasem. Foto: rembangsepekan.com Perbesar

Penampakan makam misterius di pinggir Jalur Pantura Lasem. Foto: rembangsepekan.com

LASEM – Di tengah ramainya arus lalu lintas Jalur Pantura Lasem, Kabupaten Rembang, tersembunyi sebuah makam sederhana yang menyimpan kisah penuh misteri. Lokasinya berada di wilayah Dukuh Caruban, Desa Gedongmulyo, tak jauh dari Sungai Kiringan.

Makam tersebut dikenal warga sebagai makam Mbah Galio atau Mbah Sedandang. Meski tampak biasa, sebagian masyarakat meyakini sosok yang dimakamkan bukan orang sembarangan.

Konon, Mbah Galio adalah seorang intel atau “agen rahasia” pada masa perlawanan terhadap VOC Belanda, sekaligus pengawal tokoh Perang Kuning, Raden Panji Margono.

IMG_8799
Penampakan makam misterius di pinggir Jalur Pantura Lasem. Foto: rembangsepekan.com

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Forkmas) Lasem, Ernantoro, menyebut nama Mbah Galio memang tidak tercatat dalam sejarah resmi. Namun, kisahnya hidup dalam cerita turun-temurun masyarakat.

“Nama Mbah Galio tidak muncul dalam buku sejarah resmi, tapi dalam penuturan masyarakat tua, beliau orang kepercayaan Raden Panji Margono,” ujarnya.

Menurutnya, Mbah Galio bukan sekadar pengawal. Ia disebut memiliki peran sebagai mata-mata yang menyuplai informasi penting untuk strategi perang melawan VOC pada abad ke-18.

Sosoknya dikenal lihai menyamar. Ia kerap tampil seperti rakyat biasa dengan membawa dandang, sehingga dijuluki Mbah Sedandang. Cara itu membuatnya tidak mencolok dan sulit dikenali.

“Beliau sering menyamar seperti orang biasa, bahkan dianggap rakyat jelata,” tambahnya.

Secara fisik, makam ini juga jauh dari kesan megah. Hanya berupa cungkup kayu sederhana yang dinaungi pohon tua, seolah tenggelam di tengah modernitas Pantura.

IMG_8801
Penampakan makam misterius di pinggir Jalur Pantura Lasem. Foto: rembangsepekan.com

Meski begitu, bagi sebagian warga, makam tersebut diyakini sebagai saksi bisu perjuangan masa lalu. Cerita tentang Mbah Galio pun masih terus hidup, meski identitas aslinya tetap menjadi teka-teki hingga kini.

Forkmas Lasem bahkan mendorong agar makam tersebut dapat diusulkan sebagai cagar budaya lokal, sebagai bentuk pelestarian sejarah lisan yang berkembang di masyarakat.

Di tengah debu jalanan dan lalu lalang kendaraan berat Pantura, makam itu tetap berdiri diam; menyimpan kisah tentang keberanian, penyamaran, dan misteri yang belum sepenuhnya terungkap.

(daf/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

Menyusuri Jejak Prasasti Cina di Pegunungan Lasem, Tersembunyi di Kebun Jati Rembang

20 July 2026 - 08:56 WIB

IMG_8802

Pemkab Rembang Siapkan Skema Bundling PBB dan Pajak Kendaraan, Kejar Kepatuhan Wajib Pajak

14 July 2026 - 13:33 WIB

WhatsApp Image 2026-07-15 at 08.35.46

Kapolres Rembang Sambangi Dandim 0720, Perkuat Sinergi TNI-Polri Jaga Kondusivitas

14 July 2026 - 13:07 WIB

IMG_8641

Pemkab Rembang Genjot Cek Kesehatan Gratis, Capaian Baru 42,49 Persen

14 July 2026 - 12:41 WIB

WhatsApp Image 2026-07-15 at 07.44.45

Musim Tembakau 2026 di Rembang Menjanjikan, Perputaran Uang Tembus Rp455 Miliar

14 July 2026 - 12:14 WIB

Trending di Berita