LASEM – Di tengah ramainya arus lalu lintas Jalur Pantura Lasem, Kabupaten Rembang, tersembunyi sebuah makam sederhana yang menyimpan kisah penuh misteri. Lokasinya berada di wilayah Dukuh Caruban, Desa Gedongmulyo, tak jauh dari Sungai Kiringan.
Makam tersebut dikenal warga sebagai makam Mbah Galio atau Mbah Sedandang. Meski tampak biasa, sebagian masyarakat meyakini sosok yang dimakamkan bukan orang sembarangan.
Konon, Mbah Galio adalah seorang intel atau “agen rahasia” pada masa perlawanan terhadap VOC Belanda, sekaligus pengawal tokoh Perang Kuning, Raden Panji Margono.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Forkmas) Lasem, Ernantoro, menyebut nama Mbah Galio memang tidak tercatat dalam sejarah resmi. Namun, kisahnya hidup dalam cerita turun-temurun masyarakat.
“Nama Mbah Galio tidak muncul dalam buku sejarah resmi, tapi dalam penuturan masyarakat tua, beliau orang kepercayaan Raden Panji Margono,” ujarnya.
Menurutnya, Mbah Galio bukan sekadar pengawal. Ia disebut memiliki peran sebagai mata-mata yang menyuplai informasi penting untuk strategi perang melawan VOC pada abad ke-18.
Sosoknya dikenal lihai menyamar. Ia kerap tampil seperti rakyat biasa dengan membawa dandang, sehingga dijuluki Mbah Sedandang. Cara itu membuatnya tidak mencolok dan sulit dikenali.
“Beliau sering menyamar seperti orang biasa, bahkan dianggap rakyat jelata,” tambahnya.
Secara fisik, makam ini juga jauh dari kesan megah. Hanya berupa cungkup kayu sederhana yang dinaungi pohon tua, seolah tenggelam di tengah modernitas Pantura.

Meski begitu, bagi sebagian warga, makam tersebut diyakini sebagai saksi bisu perjuangan masa lalu. Cerita tentang Mbah Galio pun masih terus hidup, meski identitas aslinya tetap menjadi teka-teki hingga kini.
Forkmas Lasem bahkan mendorong agar makam tersebut dapat diusulkan sebagai cagar budaya lokal, sebagai bentuk pelestarian sejarah lisan yang berkembang di masyarakat.
Di tengah debu jalanan dan lalu lalang kendaraan berat Pantura, makam itu tetap berdiri diam; menyimpan kisah tentang keberanian, penyamaran, dan misteri yang belum sepenuhnya terungkap.
(daf/daf)







Comments are closed.