REMBANG – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Rembang menggelar berbagai pelatihan kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Program ini mencakup sejumlah bidang keterampilan, mulai dari komputer hingga otomotif.
Kepala Dinperinaker Rembang, Fery Sumardi, mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan menggunakan anggaran dari APBN sehingga harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Pelatihan ini menggunakan dana APBN, jadi pelaksanaannya sesuai aturan yang ada. Ada beberapa keahlian yang dibuka seperti komputer, pengelasan, servis sepeda motor, menjahit, tata boga, dan servis AC,” jelas Fery, Rabu (29/4/2026).
Fery menambahkan, setiap bidang pelatihan memiliki kuota terbatas, yakni 16 peserta. Para peserta juga harus melalui proses seleksi sebelum dinyatakan lolos.
“Hampir semua bidang diminati. Karena kuotanya terbatas, kita lakukan seleksi untuk tiap keahlian,” jelasnya.
Salah satu peserta pelatihan komputer, Naili Hidayah, warga Desa Sendangmulyo, Kecamatan Gunem, mengaku mengetahui informasi program tersebut dari media sosial. Ia merasakan manfaat setelah mengikuti pelatihan selama tiga minggu.
“Dengan adanya BLK ini sangat membantu kami yang sebelumnya tidak tahu operasional komputer menjadi tahu. Kami diajari Microsoft Office, masuk tiap hari dari jam 08.00 sampai 14.00 WIB. Rencananya sampai 26 Mei,” ungkapnya.
Peserta lainnya, Hellena Aulia Fitra, warga Kecamatan Sumber, memilih mengikuti pelatihan otomotif. Ia mengaku tertarik sejak duduk di bangku SMA.
“Pelatihannya bagus, menambah wawasan dan pengalaman. Saya belajar bongkar-pasang mesin, memang sudah tertarik otomotif sejak SMA,” katanya.
Selain materi teknis sesuai bidang masing-masing, peserta juga dibekali kemampuan komunikasi dan manajemen sebagai penunjang kesiapan kerja. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja di Kabupaten Rembang.
(daf/daf)






