Menu ✖

Dark Mode

Berita

Momen Langka! Buka Luwur Makam Mbah Sambu-Srimpet di Lasem

badge-check

Makam Mbah Sambu di Kompleks Masjid Jami Lasem, Rembang, Selasa 10/6/2025). (Foto: rembangsepekan.com) Perbesar

Makam Mbah Sambu di Kompleks Masjid Jami Lasem, Rembang, Selasa 10/6/2025). (Foto: rembangsepekan.com)

Rembang – Sebuah peristiwa bersejarah berlangsung di Lasem, Jawa Tengah, saat kain mori penutup makam dua tokoh penting, Mbah Srimpet dan Mbah Sambu, dibuka dan dilelang untuk pertama kalinya.

Mbah Srimpet dikenal sebagai Bupati Lasem tempo dulu, sementara Mbah Sambu merupakan menantunya sekaligus tokoh penyebar Islam pada sekitar tahun 1558 Masehi.

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan haul (peringatan tahunan wafat) Mbah Sambu dan para masyayikh (ulama), yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Jami’ Lasem.

Ketua Takmir, KH. Sholahuddin Fatawi, menjelaskan bahwa pembukaan dan penggantian kain mori makam dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga wujud penghormatan kepada para tokoh agama yang telah berjuang demi masyarakat dan syiar Islam,” ujarnya.

Kain mori lama yang dilepas kemudian dilelang dan terjual dengan mahar sebesar Rp3 juta kepada H. Muhammadun, seorang pengusaha asal Desa Ngemplak, Kecamatan Lasem.

Dana hasil lelang tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan di Masjid Jami’ Lasem.

“Saya merasa terhormat bisa mendapatkan kain mori ini. Semoga kontribusi kecil ini membawa manfaat bagi masyarakat dan masjid,” tutur Muhammadun.

Ketua Panitia Haul Mbah Sambu dan Masyayikh, Kyai Mulyoko, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian acara haul yang dimulai pada Minggu (8/6), dan akan dilanjutkan dengan karnaval serta khitanan massal pada Senin (9/6).

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih mengenal sejarah dan perjuangan para tokoh yang telah berjasa bagi daerah ini,” katanya, Selasa (10/6/2025).

Puncak acara haul akan digelar pada Selasa sore (10/6), dengan agenda tahlil di makam Mbah Srimpet, khatmil Qur’an, serta tahlil di makam Mbah Sambu.

Acara ditutup dengan mauidhoh hasanah (ceramah agama) yang akan disampaikan oleh KH. Abdul Ghofur Maimoen dari Sarang.

Menurut Kyai Mulyoko, haul ini juga menjadi momentum penting untuk mengenang jasa-jasa Mbah Sambu, yang disebut sebagai salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) bersama Mbah Baidlowi, KH. Wahab Hasbullah, dan KH. Hasyim Asy’ari.

“Kita patut berterima kasih atas warisan keilmuan dan perjuangan mereka yang telah meletakkan dasar bagi organisasi besar ini,” tutupnya.

 

(wan/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

Stadion Krida Rembang Dipoles Akhir Tahun, Jogging Track Dibidik pada 2027

11 October 2026 - 11:30 WIB

IMG-20261009-WA0034(1)

PKB Rembang Perkuat Barisan, Pengurus DPC Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan

10 October 2026 - 13:27 WIB

IMG-20261010-WA0012

Bidik 12 Kursi, PKB Rembang Siapkan Strategi Besar Hadapi Pemilu Mendatang

10 October 2026 - 13:22 WIB

IMG-20261010-WA0017

Bupati Rembang Tinjau Pantai Binangun, Penataan Ditargetkan Tahun Depan

8 October 2026 - 13:44 WIB

2907a292-bec2-40f1-8cfd-48e1e4149884

Pemkab Rembang Perkuat Tata Kelola Desa melalui Program Jaga Desa

8 October 2026 - 10:51 WIB

ea6d55dd-ce15-46e3-9a78-e8701d94a039
Trending di Berita