REMBANG – Kasus campak di RSUD dr Soetrasno hingga kini masih nihil. Padahal, sejumlah daerah lain dilaporkan mengalami peningkatan kasus penyakit menular tersebut.
Direktur RSUD dr Soetrasno, Samsul Anwar, mengatakan pihaknya terus memperkuat langkah antisipatif agar kondisi tetap aman. Upaya itu dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat, terutama menjelang dan setelah Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi.
“RSUD, alhamdulillah belum menemukan kasus, masih aman. Sebelum Lebaran kemarin kami juga sudah membuat imbauan dan edukasi dari dokter spesialis terkait cara mencegah penularan campak,” ujarnya, Senin (6/4).
Ia menjelaskan, edukasi tersebut mencakup pengenalan gejala awal campak, pentingnya menjaga kebersihan, serta anjuran melengkapi imunisasi anak. Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam, ruam kulit, hingga gangguan pernapasan.
Menurutnya, langkah preventif menjadi kunci utama menekan potensi penyebaran campak yang tergolong sangat mudah menular. Karena itu, sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat perlu terus diperkuat agar kondisi nihil kasus bisa dipertahankan.
“Yang berbahaya itu efek lanjutannya. Misalnya anak tidak mau makan dan minum beberapa hari, bisa berisiko dan perlu penanganan medis, termasuk infus,” jelasnya.
Samsul menambahkan, kelompok paling rentan terserang campak adalah anak-anak, khususnya di bawah usia lima tahun. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus di RSUD dr Soetrasno.
“Rata-rata memang anak-anak di bawah lima tahun, tapi sementara ini di Rembang, khususnya di RSUD, belum ada kasus,” tambahnya.
Pihak RSUD mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat apabila muncul gejala yang mengarah ke campak, guna mencegah komplikasi lebih serius.
(daf/daf)





