REMBANG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Lasem, Rembang, menyampaikan klarifikasi terkait kejadian gangguan kesehatan yang dialami siswa SMAN 1 Lasem setelah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
SPPG Soditan menyebut berdasarkan data yang telah diverifikasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, terdapat 32 siswa yang tercatat mendapat perawatan di fasilitas kesehatan.
Kuasa hukum SPPG Soditan, Abdul Mun’im, mengatakan dari 32 siswa tersebut, sebanyak 31 menjalani perawatan di Puskesmas Lasem dan satu siswa di Puskesmas Pancur.
“Rinciannya 31 dirawat di Puskesmas Lasem dan satu orang di Puskesmas Pancur. Jadi total 32 anak,” kata Mun’im dalam konferensi pers, Kamis (10/9/2026).
Dia mengatakan seluruh siswa yang menjalani perawatan tersebut telah diperbolehkan pulang. Perawatan disebut telah selesai pada Minggu (6/9).
SPPG Soditan juga menegaskan tidak bermaksud menyalahkan pihak sekolah terkait data awal jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan.

Menurut SPPG, data 32 siswa tersebut merupakan data yang telah terverifikasi mendapat penanganan medis berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan.
“Kami tidak menyalahkan pihak yang menyampaikan data sebelumnya. Kami mengacu pada data yang sudah diverifikasi Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Sebelumnya, gangguan kesehatan pencernaan terjadi setelah menu MBG dibagikan kepada siswa dan guru SMAN 1 Lasem pada Rabu (2/9). Keluhan kesehatan mulai muncul pada Kamis (3/9).
SPPG Soditan menyatakan telah melakukan evaluasi terhadap seluruh proses penyediaan MBG, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan hingga distribusi makanan.
SPPG juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, siswa, orang tua, serta masyarakat atas kejadian tersebut.
Saat ini operasional SPPG Soditan dihentikan sementara sebagai bagian dari proses evaluasi. Sampel makanan yang dibagikan juga telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium.
SPPG menyatakan akan mengikuti proses pemeriksaan dan evaluasi yang dilakukan pihak berwenang untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan MBG sebelum kembali beroperasi.
(daf/daf)







Comments are closed.