Menu

Dark Mode

Berita

Ndalem Peninggalan Sunan Bonang di Rembang, Saksi Sejarah Dakwah Walisongo

badge-check

Kompleks Ndalem bekas rumah Sunan Bonang di Desa Bonang, Lasem, Rembang. Foto: rembangsepekan.com Perbesar

Kompleks Ndalem bekas rumah Sunan Bonang di Desa Bonang, Lasem, Rembang. Foto: rembangsepekan.com

LASEM – Jejak sejarah dakwah Sunan Bonang masih bisa ditelusuri di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Di lokasi ini terdapat kompleks ndalem yang diyakini sebagai bekas rumah salah satu Wali Songo tersebut.

Sunan Bonang atau Syekh Makdum Ibrahim dikenal sebagai putra Sunan Ampel yang berperan besar dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.

Menurut juru kunci Pasujudan Sunan Bonang, M Lutfi Hakim, sejak usia muda Sunan Bonang telah mengembara hingga ke wilayah yang dulu dikenal sebagai Alas Kemuning, yang kini menjadi Desa Bonang.

“Setelah sampai di Alas Kemuning, Sunan Bonang mulai berdakwah. Banyak murid yang datang untuk belajar, salah satunya disebut berasal dari Minangkabau,” ujar Lutfi.

Kompleks bekas ndalem tersebut kini berada di tengah permukiman warga. Meski bangunan utamanya sudah tidak utuh, sisa-sisa struktur seperti pagar kuno masih dapat dijumpai.

Pagar tersebut berbentuk persegi dan menghadap ke arah barat, dengan tiga pintu, yakni satu pintu utama dan dua pintu pendamping di sisi kanan dan kiri.

Di salah satu sudut kompleks terdapat area yang diyakini sebagai makam Sunan Bonang, yang oleh masyarakat setempat disebut Pasarehan Sunan Bonang. Lokasinya masih berada satu kompleks dengan bekas ndalem, hanya sekitar 50-an meter.

Ciri khas bangunan kuno terlihat dari material pagar yang menggunakan batu bata berukuran besar, berbeda dengan bata modern. Beberapa bagian tembok bahkan sudah mulai mengelupas, memperlihatkan susunan bata lama yang masih kokoh.

Selain itu, di depan pintu utama kompleks terdapat sumur peninggalan Sunan Bonang yang memiliki bentuk tidak biasa. Jika umumnya sumur berbentuk lingkaran, sumur ini justru berbentuk persegi dengan panjang sisi masing-masing sekitar dua meter.

“Yang menarik, airnya tetap tawar padahal lokasinya dekat dengan laut,” kata Lutfi.

Keberadaan ndalem, makam, hingga sumur tersebut menjadi bagian penting dari sejarah dan tradisi masyarakat setempat.

Hingga kini, kawasan ini masih sering dikunjungi peziarah yang ingin mengenang jejak perjuangan Sunan Bonang dalam menyebarkan ajaran Islam di pesisir utara Jawa.

(daf/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

Pelaut Asal Karimun-Kepulauan Riau Ditemukan Meninggal di Warung Kosong Sarang

14 September 2026 - 23:03 WIB

5aa234ca-7f72-4e18-be68-e32a16d32645

Musancab Serentak, PKB Rembang Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

13 September 2026 - 17:16 WIB

IMG_20260913_115502

Gus Arwani Ajak Generasi Muda Teladani Ilmu dan Perjuangan Masyayikh Lasem

11 September 2026 - 15:23 WIB

IMG_1068

SPPG Soditan Klarifikasi Kasus SMAN 1 Lasem: 32 Siswa Terdata Jalani Perawatan

10 September 2026 - 16:22 WIB

IMG_1031

MTsN 1 Rembang Klarifikasi Isu Diare Massal Gegara MBG, Sebut 46 Siswa Jalani Screening

9 September 2026 - 15:57 WIB

WhatsApp Image 2026-09-09 at 15.54.32
Trending di Berita