LASEM – Jejak sejarah dakwah Sunan Bonang masih bisa ditelusuri di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Di lokasi ini terdapat kompleks ndalem yang diyakini sebagai bekas rumah salah satu Wali Songo tersebut.
Sunan Bonang atau Syekh Makdum Ibrahim dikenal sebagai putra Sunan Ampel yang berperan besar dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.
Menurut juru kunci Pasujudan Sunan Bonang, M Lutfi Hakim, sejak usia muda Sunan Bonang telah mengembara hingga ke wilayah yang dulu dikenal sebagai Alas Kemuning, yang kini menjadi Desa Bonang.
“Setelah sampai di Alas Kemuning, Sunan Bonang mulai berdakwah. Banyak murid yang datang untuk belajar, salah satunya disebut berasal dari Minangkabau,” ujar Lutfi.
Kompleks bekas ndalem tersebut kini berada di tengah permukiman warga. Meski bangunan utamanya sudah tidak utuh, sisa-sisa struktur seperti pagar kuno masih dapat dijumpai.
Pagar tersebut berbentuk persegi dan menghadap ke arah barat, dengan tiga pintu, yakni satu pintu utama dan dua pintu pendamping di sisi kanan dan kiri.
Di salah satu sudut kompleks terdapat area yang diyakini sebagai makam Sunan Bonang, yang oleh masyarakat setempat disebut Pasarehan Sunan Bonang. Lokasinya masih berada satu kompleks dengan bekas ndalem, hanya sekitar 50-an meter.
Ciri khas bangunan kuno terlihat dari material pagar yang menggunakan batu bata berukuran besar, berbeda dengan bata modern. Beberapa bagian tembok bahkan sudah mulai mengelupas, memperlihatkan susunan bata lama yang masih kokoh.
Selain itu, di depan pintu utama kompleks terdapat sumur peninggalan Sunan Bonang yang memiliki bentuk tidak biasa. Jika umumnya sumur berbentuk lingkaran, sumur ini justru berbentuk persegi dengan panjang sisi masing-masing sekitar dua meter.
“Yang menarik, airnya tetap tawar padahal lokasinya dekat dengan laut,” kata Lutfi.
Keberadaan ndalem, makam, hingga sumur tersebut menjadi bagian penting dari sejarah dan tradisi masyarakat setempat.
Hingga kini, kawasan ini masih sering dikunjungi peziarah yang ingin mengenang jejak perjuangan Sunan Bonang dalam menyebarkan ajaran Islam di pesisir utara Jawa.
(daf/daf)






Comments are closed.