Menu

Dark Mode

Berita

Puluhan Siswa SD di Kragan Dirawat Usai Alami Gejala Keracunan Saat Peringatan Hari Kartini

badge-check

Puluhan Siswa SD di Kragan, Rembang diduga alami keracunan usai konsumsi MBG, Selasa (21/4/2025). Foto: rembangsepekan.com Perbesar

Puluhan Siswa SD di Kragan, Rembang diduga alami keracunan usai konsumsi MBG, Selasa (21/4/2025). Foto: rembangsepekan.com

REMBANG – Sejumlah siswa sekolah dasar di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami gejala yang diduga keracunan makanan saat mengikuti kegiatan peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi usai para siswa mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk kunjungan ke pantai. Setelah itu, mereka menerima konsumsi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak lama kemudian, beberapa siswa mulai mengeluhkan kondisi kesehatan seperti mual, sakit perut, pusing, hingga muntah.

Pantauan di Puskesmas Kragan II menunjukkan puluhan siswa masih mengenakan pakaian adat kebaya. Mereka tampak didampingi orang tua saat menjalani perawatan.

Salah satu siswa, Chilyatus Zakiya (11), mengaku mulai merasakan gejala setelah mengonsumsi minuman susu yang dibagikan usai kegiatan. Ia menyebut rasa susu yang diminum tidak seperti biasanya.

“Selesai kegiatan Kartinian, kami diberi makanan dan minuman. Saya minum susu, tapi rasanya kurang enak, lama-lama seperti kecut. Setelah itu perut sakit dan kepala pusing,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan siswa lainnya, Ajeng Syifana Alza Fira (10). Ia mengatakan kegiatan lomba yang semula direncanakan akhirnya dibatalkan karena banyak siswa mengalami keluhan kesehatan.

Menurutnya, selain susu, ia juga sempat mengonsumsi buah kelengkeng. Namun ia menduga kondisi makanan tersebut kurang baik.

“Susunya terasa kecut, buahnya juga seperti lengket dan ada jamurnya. Setelah itu saya merasa mual, muntah, dan pusing,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Kragan II, dr. Arif Rahman Hakim, menjelaskan total terdapat 22 siswa yang sempat mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, lima siswa telah diperbolehkan pulang, sementara 17 lainnya masih menjalani perawatan.

“Mayoritas mengalami muntah dan nyeri perut. Gejala yang muncul mengarah pada dugaan keracunan makanan, namun kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, menu yang dikonsumsi siswa meliputi nasi, sayur, lauk seperti tahu, serta susu. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel untuk mengetahui sumber pasti gangguan kesehatan tersebut.

Orang Tua Mengaku Cemas dan Trauma

Kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua siswa. Sejumlah wali murid mengaku trauma, terlebih karena kasus serupa disebut pernah terjadi sebelumnya di wilayah yang sama.

Salah satu orang tua, Windarsih (42), warga Desa Balongmulyo, mengungkapkan bahwa kedua anaknya pernah mengalami kejadian serupa, baik saat di bangku SMP maupun SD.

“Ini sudah kedua kalinya anak saya mengalami kejadian seperti ini. Dulu saat di SMP, sekarang yang SD juga,” ujarnya.

Ia berharap ke depan ada evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, terutama terkait keamanan konsumsi yang diberikan kepada siswa.

Hal senada disampaikan Miyati (41), yang juga mengaku terkejut saat mengetahui anaknya kembali mengalami gejala keracunan. Ia menyebut pengalaman sebelumnya membuatnya semakin khawatir.

“Dulu anak saya yang SMP sempat sakit sampai beberapa hari. Sekarang kejadian lagi, jadi merasa cemas,” katanya.

SPPG Tunggu Hasil Pemeriksaan

Sementara itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak medis. Ketua SPPG Karangharjo Kragan 002, Wahyu Hadi, menyebut informasi awal yang diterima menunjukkan siswa baru mengonsumsi susu sebelum munculnya gejala.

“Dari laporan sekolah, anak-anak baru minum susu, belum mengonsumsi seluruh menu MBG. Setelah itu ada yang mengeluh mual dan muntah,” terangnya.

Ia memastikan produk susu yang dibagikan masih dalam kondisi layak konsumsi dan belum melewati masa kedaluwarsa.

Menurutnya, program MBG yang dikelola saat ini menjangkau 24 sekolah dengan total lebih dari 3.200 penerima manfaat. Kasus keluhan kesehatan, lanjutnya, hanya dilaporkan terjadi di satu sekolah.

Pihak terkait kini masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan siswa guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Sebagai informasi, insiden serupa juga pernah terjadi di Kecamatan Kragan pada September 2025 lalu, yang melibatkan ratusan siswa tingkat SMP dengan gejala yang hampir sama.

(daf/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

HUT Demokrat ke-25, Harno Turun ke Pasar Pamotan Gelar Aksi Sosisal dan Bicara Perbaikan

23 August 2026 - 11:12 WIB

IMG_20260823_110900

9 Bayi Lahir di Rembang Saat Indonesia Rayakan HUT ke-81 RI

18 August 2026 - 16:43 WIB

IMG-20260818-WA0056

Duel Paman-Keponakan di Rembang Berujung Maut, Begini Ceritanya

17 August 2026 - 12:11 WIB

649d118e-0d36-47e2-8df5-52d11013e1bb

Miris! Remaja di Rembang Diduga Gugurkan Kandungan hingga Bayi Meninggal

17 August 2026 - 12:01 WIB

IMG_9998

Haru Mecca Pertama Kali Menyelam 10 Meter Kibarkan Merah Putih

17 August 2026 - 11:52 WIB

WhatsApp Image 2026-08-17 at 11.39.57
Trending di Berita