Menu

Dark Mode

Berita

GP Ansor Rembang Gelar Muskercab dan Bedah Buku Putih Kuota Haji

badge-check


					Muskercab X GP Ansor Kabupaten Rembang dan bedah buku “Buku Putih Kota Haji” diikuti 200 peserta, Jumat (23/1/2026), di Gedung Hijau Kompleks Rumdin Wabup Rembang. Foto: rembangsepekan.com Perbesar

Muskercab X GP Ansor Kabupaten Rembang dan bedah buku “Buku Putih Kota Haji” diikuti 200 peserta, Jumat (23/1/2026), di Gedung Hijau Kompleks Rumdin Wabup Rembang. Foto: rembangsepekan.com

REMBANG – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Rembang menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) III yang dirangkai dengan bedah buku “Buku Putih Kuota Haji”. Digelar hari ini (23/1/2026), di  Gedung Hijau Kompleks Rumdin Wabup Rembang.

Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus ruang edukasi publik untuk meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat terkait isu kuota haji.

Ketua Panitia Pelaksana Muskercab III, M. Aqiil Wiraaji, menjelaskan bahwa terkait bedah buku tersebut sengaja dimasukkan dalam rangkaian Muskercab karena maraknya informasi yang tidak utuh dan tidak berbasis data faktual di tengah masyarakat.

“Hari ini kita ada Musyawarah Kerja Cabang dan rangkaian di dalamnya ada bedah buku ‘Buku Putih Kuota Haji’. Ini untuk meluruskan persepsi yang saat ini berkembang di masyarakat. Persepsi masyarakat tentang kasus ini berkembang liar, banyak data yang tidak empiris dan tidak faktual. Nah, itu yang perlu kita luruskan,” ujar Aqiil.

Bedah buku ini menghadirkan KH. Muhammad Aunullah A’la Habib (Gus Aun) sebagai salah satu narasumber yang memberikan pemaparan dan penguatan perspektif kepada kader Ansor agar mampu memahami persoalan kuota haji secara komprehensif dan berbasis data.

Aqiil yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum dan HAM GP Ansor Kabupaten Rembangmenambahkan, kegiatan ini diikuti sekitar 200 kader Ansor dari berbagai pimpinan anak cabang. Para peserta diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan organisasi dalam menyampaikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.

“Harapannya dengan bedah buku ini kita dapat membantu meluruskan persepsi di masyarakat. Peserta yang hadir sekitar 200 kader Ansor. Harapannya nanti dari tingkat anak cabang bisa menyampaikan ke masyarakat secara umum,” tegasnya.

Ia menilai, kader Ansor memiliki peran strategis sebagai agen edukasi sosial di tengah masyarakat, terutama dalam merespons isu-isu sensitif yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik jika tidak disikapi dengan data dan argumentasi yang tepat.

Muskercab II GP Ansor Rembang berlangsung dinamis dengan diskusi terbuka dan partisipasi aktif peserta. Selain merumuskan arah program kerja organisasi, kegiatan ini juga menegaskan komitmen GP Ansor Rembang untuk terus hadir memberikan edukasi publik yang objektif, faktual, dan bertanggung jawab.

(daf/daf)

Baca Juga

Raih WTP ke-8, Pemkab Rembang Perkuat Tata Kelola Keuangan

12 June 2026 - 10:08 WIB

WhatsApp Image 2026-06-12 at 10.06.16

Bengkel-Toko Sparepart di Sulang Hangus Terbakar

11 June 2026 - 09:38 WIB

WhatsApp Image 2026-06-11 at 08.44.36

Kisah Inspiratif Mamluatur Rahmah, Anak Buruh Terasi Rembang yang Menjadi Doktor

10 June 2026 - 22:16 WIB

Keterangan Foto: Doktor Mamluatur Rahmah (dua dari kanan) setelah selesai ujian promosi doktor melakukan foto bersama dengan keluarga.

Jalan Sedangagung-Grawan Langganan Longsor, Pemkab Rembang Siapkan Penanganan Permanen

10 June 2026 - 11:40 WIB

IMG_6956

BLDF Dorong Perubahan Perilaku Pengelolaan Sampah Melalui Gerakan Keluarga ASIK

9 June 2026 - 12:18 WIB

IMG_6882
Trending di Berita