REMBANG – Kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono ke Pondok Pesantren LP3iA Narukan, Rembang, Jawa Tengah, mendapatkan perhatian khusus dari pengasuh, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha). Dalam momen silaturahmi tersebut, Gus Baha menegaskan pentingnya etika sosial sebagai fondasi pembangunan negara.
“Penting bagi para penyelenggara negara untuk menjadikan etika sosial sebagai fondasi pembangunan. Tidak hanya mendorong pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menjaga hubungan sosial, adab, dan kepercayaan publik,” ujar Gus Baha dalam pertemuan, Kamis (20/11).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa dilepaskan dari kualitas hubungan antarmanusia. Ia menyebut Indonesia sebagai contoh negara yang tumbuh karena mampu menyatukan berbagai suku dan kerajaan dengan karakter masing-masing menjadi satu entitas demokrasi yang mengedepankan profesionalitas.
“Secara peradaban, Indonesia bisa maju karena tidak hanya bertumpu pada aspek teknis, tetapi juga adab dan etika dalam hubungan sosial. Ini sejalan dengan pemikiran Ibnu Khaldun tentang syarat majunya peradaban,” lanjutnya.
Kunjungan BNPT ke LP3iA dipimpin langsung oleh Kepala BNPT Eddy Hartono sebagai bentuk penguatan sinergi antara negara dan ulama. Eddy menyampaikan apresiasi terhadap peran pesantren yang selama ini menjadi garda depan dalam merawat nilai kebangsaan dan moderasi beragama.
“Kami menyampaikan penghargaan mendalam atas peran besar pesantren dalam merawat nilai kebangsaan, toleransi, dan perdamaian,” kata Eddy Hartono.
Sementara itu, KH Zaimul Umam Nursalim (Gus Umam) mewakili keluarga besar pesantren menegaskan bahwa pesantren sejak lama berkomitmen mengajarkan Islam yang damai dan menjaga harmoni sosial.
Kunjungan ditutup dengan peninjauan lingkungan pesantren serta interaksi dengan para santri.
(daf/daf)





