Menu ✖

Dark Mode

Berita

Bupati Harno Soal Polemik PT Semen: Sudah Mediasi, Tapi Belum Ada Titik Temu

badge-check

Bupati Rembang Harno berbincang dengan wartawan, Selasa (20/5/2025) di rumah dinasnya. (Foto: rembangsepekan.com) Perbesar

Bupati Rembang Harno berbincang dengan wartawan, Selasa (20/5/2025) di rumah dinasnya. (Foto: rembangsepekan.com)

Rembang – Bupati Rembang, Harno, angkat bicara soal penghentian operasional PT Semen Gresik di Rembang yang hingga kini belum menemukan solusi. Ia mengaku sudah berupaya maksimal menjadi penengah antara perusahaan dan pemerintah desa yang berselisih.

“Saya sudah memberi solusi. Pihak PT Semen sudah kami undang, pihak desa juga sudah kami ajak bicara. Semua sudah saya lakukan sebagai bentuk kewajiban saya,” ujar Harno kepada wartawan, Senin (16/6/2025).

Harno menegaskan bahwa perannya sebatas sebagai penengah dan pencari jalan keluar terbaik dari konflik yang terjadi. Namun hingga saat ini, kata dia, solusi yang diharapkan belum juga tercapai.

“Terakhir saya bertemu pihak PT Semen sebelum tanggal 1 (Juni). Mereka menyampaikan bahwa belum ada titik temu dengan desa. Karena kondisi bahan baku yang tidak bisa masuk maksimal, mereka mengaku merugi. Akhirnya operasional diberhentikan sementara,” jelasnya.

Menurut Harno, dirinya telah berupaya untuk menjaga agar situasi tetap kondusif dan semua pihak bisa mendapatkan manfaat dari keberadaan industri tersebut, termasuk pendapatan asli daerah (PAD) dan lapangan kerja untuk masyarakat.

“Saya sudah berusaha mengganduli (menahan atau menjembatani). Tapi di sisi lain, pemerintah desa juga masih bersikukuh. Maka saya juga tidak bisa berbuat banyak. Yang jelas saya sudah berupaya untuk mengamankan semuanya,” tegas Harno.

Ia juga menyoroti potensi dampak lebih luas akibat polemik ini, terutama terhadap iklim investasi di Rembang.

“Adanya kejadian ini paling tidak menjadi catatan bagi para investor. Semoga saja catatan itu tidak berdampak luas,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Operasional PT Semen Gresik Pabrik Rembang resmi terhenti mulai 1 Juni 2025. Akibatnya, sejumlah karyawan dirumahkan sementara oleh PT Sinergi Mitra Operasi Rembang (SMOR), selaku mitra operasional pabrik, seperti tertuang dalam surat resmi nomor 323/SMOR-SDM/SP/05.2025 yang diterima rembangsepekan.com.

Hal itu imbas penutupan jalan hauling menuju tambang batu kapur di Tegaldowo yang dilakukan oleh pihak desa sebagai bentuk protes atas persoalan yang tengah terjadi.

 

(kyv/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

Bupati Rembang Tinjau Pantai Binangun, Penataan Ditargetkan Tahun Depan

8 October 2026 - 13:44 WIB

2907a292-bec2-40f1-8cfd-48e1e4149884

Pemkab Rembang Perkuat Tata Kelola Desa melalui Program Jaga Desa

8 October 2026 - 10:51 WIB

ea6d55dd-ce15-46e3-9a78-e8701d94a039

BPBD Rembang Siapkan Pengadaan APD, Perkuat Sinergi Penanganan Kebakaran

6 October 2026 - 20:34 WIB

IMG_2278

Ketua DPRD Rembang Tegaskan KUA-PPAS 2027 Sah, Evaluasi Tetap Terbuka

5 October 2026 - 17:34 WIB

2bdef5bc-8c1a-4dbd-bf87-2057b2b8012c

RS Telogorejo Edukasi Warga Rembang soal Infertilitas hingga Epilepsi

4 October 2026 - 15:17 WIB

IMG_2228
Trending di Berita