REMBANG – Sebanyak 763 porsi nasi kuning dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 5 Rembang dikembalikan ke pihak penyedia, Rabu (1/10/2025). Makanan itu ditolak lantaran kondisi nasi dinilai berair dan tidak layak konsumsi.
Ketua Satgas MBG SMPN 5 Rembang, Indri Lestari, mengatakan pihak sekolah menolak seluruh porsi yang datang hari ini. Menurutnya, nasi sudah lembek dan terasa tidak enak.
“Iya ini ditolak dikembalikan karena nasinya sudah tidak layak. Tidak mungkin saya mengasihkan ke anak saya nasinya sudah lembek seperti ini. Berair menuju proses basi. Berair, berlendir,” jelas Indri.
Dari pantauan rembangsepekan.com, ratusan boks nasi kuning itu masih menumpuk di lobi sekolah pukul 11.02 WIB. Belum ada satupun yang dibagikan ke siswa.
Pihak penyedia, SPPG Mondoteko, mengaku bertanggung jawab dan berjanji melakukan evaluasi.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya. Ini di luar kendali kami, tapi jadi PR besar untuk berbenah. Kami akan tindak lanjuti dan evaluasi segera,” kata Riyaduz Sholikin, perwakilan SPPG Mondoteko.
Meski begitu, Riyaduz menilai kondisi nasi sebenarnya masih aman dikonsumsi. Ia menyebut dari 14 sekolah yang dilayani, hanya SMPN 5 yang menolak distribusi.
“Sebenarnya tidak bau itu sedikit lembek teksturnya. Dan itu dikonsumsi aman. Dan kita juga melayani beberapa sekolah ada 14 sekolah yang menolak cuman SMP 5. Dan distribusinya juga barengan SMP 6,” jelasnya.
Pihak penyedia kini menunggu keputusan apakah kerja sama dengan SMPN 5 akan dilanjutkan atau diputus.
(daf/daf)





