Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melakukan verifikasi lapangan terhadap enam nominasi terbaik Kampung Keluarga Berkualitas (KB). Proses penilaian berlangsung selama dua hari dengan mendatangi langsung desa-desa yang masuk nominasi.
Enam desa tersebut yakni Kampung KB Mina Lestari (Desa Mojowarno, Kaliori), Kampung KB Mawar (Desa Sendangasri, Lasem), Kampung KB Melati (Desa Rukem, Sulang), Kampung KB Sejahtera (Desa Gunem, Gunem), Kampung KB Harmoni (Desa Ringin, Pamotan), dan Kampung KB Pelangi (Desa Sidorejo, Sedan).
Proses Verifikasi
Kepala Dinsos PPKB Rembang, Prapto Raharjo, menjelaskan seleksi awal dilakukan melalui formulir kuesioner dari Kampung KB di 14 kecamatan. Dari situ terpilih enam desa terbaik untuk maju ke tahap verifikasi tingkat kabupaten.
Verifikasi dimulai Rabu (3/9/2025) di Mojowarno, Kaliori dan Sendangasri, Lasem. Keesokan harinya, Kamis (4/9/2025), tim menilai Desa Rukem (Sulang) dan Desa Gunem (Gunem). Selanjutnya, Selasa (9/9/2025), giliran Desa Ringin (Pamotan) dan Sidorejo (Sedan) yang diverifikasi.
Tim penilai berasal dari TP PKK Kabupaten, Tim Penggerak Posyandu, Dinkominfo, Dinpermades, Dinas Kesehatan, dan Dinsos PPKB.
Tak Hanya Soal KB
Prapto menegaskan Kampung KB kini tidak hanya bicara soal keluarga berencana, tapi juga isu lebih luas seperti penurunan stunting.
“Kita melihat perbedaan bagaimana sebelum ada Kampung KB dan setelahnya. Apakah ada peningkatan kepesertaan KB, bagaimana program penurunan stunting berjalan, serta aspek lain. Jadi tidak melulu soal KB,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan nama dari Kampung Keluarga Berencana menjadi Kampung Keluarga Berkualitas membawa tujuan yang lebih komprehensif.
“Harapan kami, keberadaan Kampung KB benar-benar menjadikan desa itu berkualitas di semua aspek. Ini bentuk kolaborasi lintas sektor, mulai dari ekonomi, pemberdayaan masyarakat, sosial, pendidikan, hingga kesehatan,” tandasnya.
Maju ke Level Jateng
Dari enam nominasi, satu desa terbaik akan dipilih untuk mewakili Kabupaten Rembang dalam lomba Kampung KB tingkat Jawa Tengah tahun 2026.
(daf/daf)





