REMBANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang mencatat inflasi sebesar 0,26 persen pada Desember 2025. Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang naik dari 112,87 pada November 2025 menjadi 113,16 pada Desember 2025.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Rembang, Jubaedi, saat rilis resmi perkembangan inflasi yang digelar di Aula Kantor BPS Rembang, Senin (5/1/2026).
“Inflasi Desember 2025 tercatat sebesar 0,26 persen secara bulan ke bulan. Kenaikan ini dipengaruhi oleh perubahan Indeks Harga Konsumen dari 112,87 menjadi 113,16,” kata Jubaedi.
Secara tahun kalender, inflasi Rembang sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat sebesar 2,47 persen. Angka tersebut terjadi akibat perubahan IHK dari 110,43 pada Desember 2024 menjadi 113,16 pada Desember 2025. Kondisi yang sama juga mencerminkan inflasi year on year sebesar 2,47 persen.
Jubaedi menjelaskan, jika dilihat dari dinamika sepanjang 2025, pergerakan inflasi relatif terkendali. Pada periode pasca-Lebaran sempat terjadi deflasi, kemudian inflasi kembali bergerak dengan besaran di bawah 1 persen hingga akhir tahun.
“Memasuki Desember yang bertepatan dengan momentum Natal dan Tahun Baru, inflasi tetap terjaga dan relatif stabil di angka 0,26 persen,” jelasnya.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, terdapat sembilan kelompok yang mengalami inflasi dengan andil yang berbeda-beda. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan inflasi 0,56 persendan andil 0,20 persen.
Kelompok transportasi juga mengalami inflasi sebesar 0,26 persen dengan andil 0,04 persen. Sementara itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mencatat inflasi 0,08 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnyasebesar 0,21 persen, masing-masing dengan andil 0,01 persen.
Adapun beberapa kelompok pengeluaran lainnya tercatat mengalami inflasi dengan andil relatif kecil, bahkan ada yang tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi Desember 2025.
(daf/daf)





