REMBANG – Perayaan Natal 2025 di Gereja Katolik Santo Petrus Paulus Rembang akan digelar secara sederhana. Perayaan ini diperkirakan diikuti sekitar 2.000 jemaat.
Sejumlah aktivitas menyambut Natal mulai terlihat di Gereja Katolik Santo Petrus Paulus yang berlokasi di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 91, Rembang. Jemaat tampak bergotong royong menata kursi, membersihkan area gereja, serta merapikan lingkungan di sekitar kompleks gereja.
Ketua Panitia Natal 2025 Gereja Katolik Santo Petrus Paulus Rembang, Yashinta, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan peringatan Natal berjalan lancar dan dilakukan secara gotong royong oleh jemaat.
Perayaan Natal tahun ini, lanjut Yashinta, dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat yang tengah terdampak bencana alam di berbagai daerah.
Sementara itu, Penyelenggara Bimas Katolik Kementerian Agama Kabupaten Rembang memperkirakan Misa Natal di Gereja Katolik Santo Petrus Paulus Rembang akan diikuti sekitar 2.000 jemaat.
Diberitakan sebelumnya, Kapolres Rembang AKBP Dhanang Bagus Anggoro mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Rembang untuk tidak menyalahgunakan kembang api pada suasana Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat agar berempati terhadap warga di sejumlah daerah yang saat ini masih terdampak bencana alam, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Tegal, serta wilayah lain di Indonesia.
“Kami mengimbau masyarakat Rembang agar tidak berlebihan dan tidak menyalahgunakan kembang api saat suasana Natal dan Tahun Baru. Mari kita tunjukkan empati kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah bencana,” ujar AKBP Dhanang.
(daf/daf)





